PONTIANAK POST - Setelah makan siang atau makan malam, kebanyakan orang biasanya memilih duduk santai, bermain ponsel, bekerja kembali, atau bahkan langsung berbaring. Padahal, ada kebiasaan sederhana yang bisa dicoba, yakni berjalan kaki selama sekitar 10-15 menit setelah makan.
Kebiasaan tersebut menjadi perhatian karena sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas ringan setelah makan dapat membantu tubuh mengatur kadar gula darah. The Independent juga menyoroti pengalaman salah satu penulisnya yang mencoba berjalan kaki selama 15 menit setelah setiap kali makan selama sebulan.
Tidak perlu berjalan jauh atau melakukan olahraga berat. Jalan kaki dengan intensitas cukup cepat selama 10-15 menit setelah makan disebut sudah dapat memberikan manfaat bagi tubuh.
Baca Juga: Rutin Jalan Kaki Punya Banyak Manfaat, dari Membakar Lemak hingga Menjaga Massa Otot
Membantu Tubuh Menggunakan Gula Darah
Saat seseorang berjalan setelah makan, otot yang bekerja akan menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Aktivitas tersebut membantu tubuh mengelola kenaikan kadar gula darah setelah makan.
Dr Elroy Aguiar, profesor madya ilmu olahraga di University of Alabama, menjelaskan bahwa aktivitas fisik setelah makan dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah dan mengurangi beban kerja pankreas dalam menangani tambahan glukosa di dalam darah.
Menurutnya, efek kecil yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang dapat berperan dalam mengurangi risiko masalah metabolik seperti diabetes, sindrom metabolik, dan tekanan darah tinggi.
Karena itu, berjalan kaki setelah makan bisa menjadi pilihan sederhana bagi masyarakat yang sulit menyediakan waktu khusus untuk berolahraga.
Baca Juga: Cara Persiapan Sebelum Olahraga agar Latihan Lebih Optimal, Ini Saran Ahli
Bisa Jadi Solusi Setelah Makan Siang
Bagi pekerja kantoran, kebiasaan ini cukup mudah diterapkan setelah makan siang. Alih-alih langsung kembali duduk di depan komputer, luangkan waktu sekitar 10-15 menit untuk berjalan di sekitar kantor, halaman gedung, atau area yang aman.
Penulis The Independent, Harry Bullmore, mencoba menambahkan jalan kaki setelah makan siang ke dalam rutinitasnya. Ia mengaku merasakan energi yang lebih stabil sehingga aktivitas pada sore hari terasa lebih produktif.
Kebiasaan tersebut juga membuat jumlah langkah hariannya meningkat.
Baca Juga: Jalan Kaki 35 Menit per Hari Terbukti Efektif Redakan Depresi, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Hal serupa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Setelah makan siang di warung, kantin, rumah, atau kantor, seseorang tidak harus langsung kembali duduk. Berjalan sebentar di lingkungan sekitar bisa menjadi cara sederhana untuk membuat tubuh kembali aktif.
Bantu Kurangi Kembung
Selain berkaitan dengan pengelolaan gula darah, berjalan setelah makan juga dilaporkan dapat membantu mengurangi rasa kembung dan ketidaknyamanan pada pencernaan.
Personal trainer Ollie Thompson mengatakan berjalan setelah makan dapat mengurangi kemungkinan kembung, membantu mengatur tekanan darah, dan khususnya pada malam hari, berpotensi mendukung kualitas tidur.
Namun, respons setiap orang tentu berbeda. Jalan kaki setelah makan bukan pengganti pengobatan maupun solusi tunggal untuk masalah kesehatan.
Baca Juga: Hindari Cedera, Ini Teknik dan Persiapan Olahraga Lari yang Aman dan Nyaman
Penulis Merasakan Perubahan dalam Sebulan
Bullmore menjalani eksperimen berjalan setelah setiap kali makan selama sekitar satu bulan. Pada awalnya, kebiasaan tersebut tidak mudah dilakukan, terutama setelah makan malam.
Ia bahkan menemukan bahwa berjalan setelah makan malam terkadang berbenturan dengan rutinitas untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas seharian.
Namun, setelah konsisten menjalankannya, ia merasa mendapatkan sejumlah manfaat. Energinya terasa lebih seimbang setelah makan siang, keluhan kembung berkurang, suasana hati membaik, dan jumlah langkah harian meningkat.
Ia juga mengakui tidak melakukan pemeriksaan laboratorium sehingga tidak bisa memastikan perubahan kadar gula darah atau indikator kesehatan internal lainnya hanya berdasarkan pengalaman pribadi.
Tidak Harus Setelah Setiap Kali Makan
Menariknya, penulis tidak menyarankan seseorang harus berjalan kaki setelah setiap kali makan tanpa terkecuali.
Masalah terbesar dari kebiasaan tersebut justru terletak pada konsistensi dan waktu. Bagi orang yang memiliki jadwal padat, menyisihkan 10-15 menit setelah setiap kali makan bisa terasa sulit.
Karena itu, kebiasaan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Misalnya, berjalan setelah makan siang ketika memiliki waktu luang atau berjalan santai setelah makan malam jika kondisi memungkinkan.
Intinya bukan memaksakan diri berjalan setelah setiap kali makan, melainkan mengurangi kebiasaan langsung duduk dalam waktu lama setelah makan.
Bisa Dimulai dari Kebiasaan Kecil
Bagi masyarakat Indonesia yang sehari-hari banyak menghabiskan waktu dengan duduk, berjalan kaki setelah makan dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menambah aktivitas fisik.
Tidak perlu langsung menargetkan ribuan langkah. Cukup mulai dengan berjalan sekitar 10-15 menit setelah salah satu waktu makan yang paling memungkinkan.
Jika dilakukan secara rutin dan terasa nyaman, kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih aktif.
Pada akhirnya, olahraga tidak selalu harus berupa latihan berat di gym atau lari berjam-jam. Kebiasaan kecil seperti berdiri dan berjalan setelah makan pun bisa menjadi langkah sederhana untuk membuat tubuh lebih aktif sepanjang hari. (rbj)
Editor : Hanif