PONTIANAK POST - Bagi banyak orang, secangkir kopi menjadi bagian dari rutinitas harian. Selain membantu mengusir rasa kantuk, kopi juga mengandung berbagai senyawa yang dikaitkan dengan sejumlah manfaat bagi tubuh.
Namun, jumlah dan cara mengonsumsinya tetap perlu diperhatikan. Minum kopi secara berlebihan dapat menimbulkan efek yang berbeda, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein.
Dikutip dari Real Simple, ahli gizi terdaftar menyebut konsumsi kopi dalam jumlah moderat dapat dikaitkan dengan kesehatan jantung, otak, metabolisme, dan ginjal. Sementara itu, terlalu banyak kafein dapat memicu gangguan tidur, kecemasan, masalah pencernaan hingga ketergantungan.
Baca Juga: Hijau Coffee Buka Gerai Permanen Pertama di California, Bawa Cita Rasa Kopi Nusantara ke Amerika
Kopi Bukan Sekadar Minuman untuk Menambah Energi
Kopi mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk asam fenolat yang berperan sebagai antioksidan. Minuman ini juga menyediakan sejumlah nutrisi seperti kalium, magnesium, dan vitamin B.
Menurut ahli gizi yang dikutip Real Simple, kombinasi senyawa tersebut berpotensi mendukung kesehatan pembuluh darah dan sirkulasi. Kandungan kafeinnya juga dapat meningkatkan energi, fokus, serta performa saat berolahraga.
Kafein juga dapat sedikit meningkatkan laju metabolisme dan menekan nafsu makan. Meski demikian, kopi bukan berarti otomatis menjadi minuman penurun berat badan.
Baca Juga: Kopi Pagi Bisa Bantu Fungsi Otak, Ini Batas Aman Konsumsi Kafein yang Disarankan
Minum 2-3 Cangkir Dikaitkan dengan Sejumlah Manfaat
Real Simple menyebut konsumsi sekitar dua hingga tiga cangkir kopi per hari dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan dalam berbagai penelitian.
Di antaranya adalah kesehatan jantung yang lebih baik, risiko stroke yang lebih rendah, serta dampak positif terhadap pengaturan gula darah. Konsumsi kopi juga dikaitkan dengan kesehatan ginjal.
Senyawa polifenol dalam kopi turut mendapat perhatian karena memiliki aktivitas antioksidan dan dapat membantu mengurangi peradangan.
Penelitian juga menemukan hubungan antara konsumsi kopi jangka panjang dan risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah penyakit neurodegeneratif, termasuk Alzheimer dan Parkinson. Kopi juga disebut berpotensi memberikan efek perlindungan terhadap diabetes tipe 2.
Namun, hubungan tersebut tidak berarti kopi dapat mencegah atau mengobati penyakit-penyakit tersebut. Banyak penelitian mengenai manfaat kopi bersifat observasional sehingga tidak otomatis membuktikan hubungan sebab-akibat.
Baca Juga: Baca Buku Sambil Minum Kopi di Pagi Hari Bisa Tingkatkan Fokus, Ini Penjelasan Ahli
Kafein Bisa Membantu Fokus dan Performa
Efek kafein menjadi salah satu alasan kopi begitu populer.
Kafein bekerja sebagai stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan energi. Dalam aktivitas olahraga, kafein juga dapat membantu meningkatkan fokus dan respons tubuh terhadap latihan.
Namun, respons setiap orang terhadap kafein berbeda. Ada orang yang dapat minum kopi tanpa masalah, sementara orang lain bisa mengalami jantung berdebar, gelisah atau sulit tidur meski mengonsumsi dalam jumlah lebih sedikit.
Terlalu Banyak Kopi Bisa Mengganggu Tidur
Salah satu risiko konsumsi kopi yang perlu diperhatikan adalah gangguan tidur.
Kafein dapat bertahan dalam tubuh selama beberapa jam. Karena itu, minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat seseorang lebih sulit terlelap atau mengganggu kualitas tidur.
Real Simple menyarankan cangkir kopi terakhir dikonsumsi sebelum siang hari atau memilih kopi tanpa kafein setelah waktu tersebut jika seseorang mudah mengalami gangguan tidur.
Selain gangguan tidur, terlalu banyak kafein dapat menyebabkan kecemasan, rasa gelisah, jantung berdebar, gangguan pencernaan, serta ketergantungan.
Baca Juga: Diet Ekstrem Turunkan Berat Badan Cepat, Risiko Batu Empedu Mengintai Kesehatan
Batas Kafein yang Perlu Diperhatikan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA menyebut konsumsi hingga 400 miligram kafein per hari umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif pada sebagian besar orang dewasa. Jumlah tersebut kira-kira setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi berukuran 12 ons, meski kadar kafein dapat berbeda-beda pada setiap produk.
American Heart Association dalam pernyataan ilmiah yang diterbitkan pada 2026 juga menyebut konsumsi hingga 400 miligram kafein per hari umumnya aman bagi sebagian besar orang dewasa.
Artinya, jumlah cangkir bukan satu-satunya patokan. Jenis kopi, ukuran gelas, metode penyeduhan, dan kandungan kafein masing-masing produk perlu diperhitungkan.
Perhatikan Gula, Sirup, dan Krimer
Manfaat kopi juga dapat berubah tergantung bahan tambahan yang digunakan.
Kopi hitam tanpa tambahan gula memiliki profil yang berbeda dengan minuman kopi yang dipenuhi gula, sirup, krimer, atau bahan tambahan lainnya.
Real Simple mengingatkan bahwa minuman kopi dengan banyak tambahan tersebut dapat meningkatkan asupan gula, lemak, dan kalori. Karena itu, minuman kopi yang sangat manis sebaiknya tidak menjadi konsumsi rutin dalam jumlah berlebihan.
Tidak Semua Orang Cocok Minum Kopi
Orang yang sensitif terhadap kafein mungkin perlu mengurangi jumlah kopi atau memilih versi tanpa kafein. Hal ini terutama berlaku jika setelah minum kopi muncul kecemasan, jantung berdebar, sulit tidur atau gangguan pencernaan.
Ibu hamil juga memiliki rekomendasi konsumsi kafein yang lebih ketat. Real Simple mengutip ahli gizi yang merujuk rekomendasi American College of Obstetricians and Gynecologists untuk membatasi konsumsi kopi selama kehamilan.
Dengan demikian, minum kopi setiap hari tidak otomatis buruk. Bagi kebanyakan orang dewasa, konsumsi dalam jumlah moderat dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat. Namun, batas toleransi setiap orang berbeda sehingga jumlah, waktu konsumsi, dan bahan tambahan tetap perlu diperhatikan. (*)
Editor : Rafael B. Junior