PONTIANAK POST - Jangan langsung tergiur untuk checkout barang preloved di marketplace.
Kondisi barang, harga pasaran, kredibilitas penjual, hingga keamanan transaksi perlu diperiksa agar barang yang datang sesuai harapan.
Dilansir dari Jawapos, kreator home living sekaligus preloved enthusiast Syifa Annisa mengatakan, membeli barang baru ataupun preloved sebaiknya tetap didasarkan pada kebutuhan, bukan keinginan.
Baca Juga: Cara Mengatur Belanja Nonprioritas agar Tidak Mengganggu Tujuan Keuangan
Setelah mengetahui barang yang dicari, marketplace dapat menjadi tempat untuk berburu. Syifa biasanya melihat beberapa platform seperti Facebook Marketplace, OLX, dan Carousell.
Bandingkan Harga Barang
Syifa tidak langsung membeli barang yang ditemukan. Dia lebih dulu membandingkan harga barang bekas dengan harga barunya di toko maupun marketplace.
Baca Juga: Mau Hemat Belanja? Gunakan Rumus Cost Per Use untuk Membandingkan
Jika harga barang preloved hanya terpaut sedikit dari barang baru, dia lebih memilih produk baru.
Sebaliknya, jika selisih harganya cukup jauh, kondisi dan kualitas barang menjadi pertimbangan berikutnya.
Jangan Hanya Melihat Satu Penawaran
Calon pembeli juga disarankan tidak terpaku pada satu penawaran.
Baca Juga: Tips Belanja Sandal Melissa Saat Flash Sale Rp 12 Ribu di Momen 12.12 Blibli
Melihat beberapa listing dengan produk yang sama dapat membantu mengetahui kisaran harga sekaligus membandingkan kondisi barang.
Dengan cara tersebut, calon pembeli dapat menilai apakah harga yang ditawarkan masuk akal atau justru terlalu tinggi.
Sesuaikan dengan Kebutuhan
Menurut Syifa, membeli barang sebaiknya tetap sesuai kebutuhan, bukan keinginan.
Karena itu, mengetahui barang yang memang dicari menjadi langkah awal sebelum mulai membandingkan berbagai penawaran di marketplace. (*)
Editor : Chairunnisya