PONTIANAK POST - Kondisi barang menjadi salah satu hal penting yang perlu diperiksa sebelum membeli produk preloved secara online.
Foto, deskripsi, dan kredibilitas penjual dapat menjadi bahan pertimbangan calon pembeli.
Dilansir dari Jawapos, menurut kreator home living sekaligus preloved enthusiast Syifa Annisa, pembeli perlu mengetahui kondisi barang sebenarnya sebelum memutuskan membeli.
Baca Juga: Jangan Asal Checkout, Ini Tips Membeli Barang Preloved di Marketplace
Perbesar Foto Barang
Foto menjadi bagian penting dalam transaksi preloved secara online.
Calon pembeli sebaiknya memperbesar gambar dan memperhatikan detail yang sering luput, seperti goresan, noda, bagian terkelupas, karat, sambungan, atau kerusakan kecil.
Jika kondisi barang belum terlihat jelas, calon pembeli dapat meminta foto dari sudut lain atau video kepada penjual.
Baca Juga: Cara Mengatur Belanja Nonprioritas agar Tidak Mengganggu Tujuan Keuangan
Baca Deskripsi dengan Teliti
Deskripsi barang juga tidak sebaiknya dilewati. Informasi mengenai usia barang, material, ukuran, kelengkapan, dan kekurangan seharusnya dibaca sebelum memutuskan membeli.
Syifa menyarankan calon pembeli menanyakan kondisi defect secara spesifik daripada hanya menanyakan apakah barang masih bagus.
Baca Juga: Mau Hemat Belanja? Gunakan Rumus Cost Per Use untuk Membandingkan
Dengan begitu, pembeli dapat mengetahui kondisi sebenarnya sejak awal, bukan setelah barang berada di tangan.
Periksa Profil Penjual
Kredibilitas penjual juga menjadi bagian penting dalam transaksi barang preloved.
Periksa ulasan dan penilaian dari pembeli sebelumnya. Penjual yang terbuka tidak keberatan menjelaskan kondisi barang secara detail, termasuk kekurangannya.
Sebaliknya, respons penjual yang terlalu singkat, informasi yang berubah-ubah, atau kecenderungan menutupi kondisi barang patut dicurigai.
Baca Juga: Jangan Emosi ke Kurir Saat Belanja Online Ini Cara Komplain yang Lebih Manusiawi
Waspadai Desakan untuk Membayar
Syifa yang pernah bekerja di perusahaan iklan baris mengaku cukup familiar dengan pola penipuan.
Salah satu tanda yang menurutnya perlu diwaspadai adalah penjual yang terus mendesak calon pembeli segera melakukan pembayaran.
Menurut Syifa, penjual yang terindikasi penipuan biasanya menjawab pertanyaan seadanya dan terkesan mengada-ada. Mereka juga tidak suka menunggu lama. (*)
Editor : Chairunnisya