PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak di tahun ini betul-betul fokus dalam penanganan tiga persoalan. Yakni inflasi, stunting dan kemiskinan ekstrem.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian dalam tiap kegiatan yang dihadirinya, selalu mengingatkan kepada semua perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk fokus dalam penanganan ketiga hal ini. Ia sendiri kerap melakukan peninjauan ke lapangan.
Baik ketika memonitor harga bahan kebutuhan pokok di pasar tardisional, memberikan bantuan sembako pada masyarakat tidak mampu dan menghadiri kegiatan sosialisasi edukasi penanganan stunting.
Aksi percepatan penurunan stunting di Kota Pontianak terus dikebut oleh Pemkot Pontianak. Melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Pontianak paket bantuan pangan mengucur kepada orang tua balita stunting.
Ani menyampaikan, terdapat dua strategi yang disiapkan pihaknya. Yaitu jangka pendek dan jangka panjang.
“Jangka pendek dengan menyerahkan paket bantuan pangan yang berisi beras, susu, telur, minyak goreng, roti dan lainnya. Jangka panjang harus dengan pemantauan sejak dari calon pengantin,” tuturnya.
Ani mendorong orang tua balita, khususnya orang tua balita stunting untuk saling menjaga dan merawat anak. Sesama orang tua harus memberikan kepedulian terhadap anak dari orang tua lainnya.
Ia berharap, dengan percepatan penurunan stunting, generasi Indonesia Emas 2045 siap bersaing di tingkat global. Dalam tiap pemberian edukasi stunting, ia juga sekaligus melakukan penanganan dalam mencegah terjadinya kemiskinan ekstrem. Salah satu langkahnya dengan memberikan bantuan pangan pada masyarakat tidak mampu.
Dalam pengendalian inflasi, ia bersama Tim Pengendali Inflasi Pontianak kerap melakukan pemantauan terhadap inflasi ini.
“Perhatian lebih untuk ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina, kami harap jangan sampai menjelang hari raya, stoknya kurang,” tuturnya.
Ani menyebut, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan pada Desember 2023. Diantaranya daging ayam ras, angkutan udara, bayam, kangkung dan minyak goreng.
Selain komoditas penyumbang inflasi tersebut, ada pula komoditas penyumbang deflasi, seperti ikan tongkol, cabai rawit, cabai merah, udang basah dan buncis.Baca Juga: KNRP Kembali Salurkan Bantuan Pangan Untuk Jalur Gaza dan Tepi Barat“Ketersediaan stok pangan harus dijaga, bekerjasama dengan pihak kepolisian dan instansi terkait akan ada pengawasan di gudang-gudang,” ungkap Ani.
Untuk memastikan stok pangan serta pengawasan harga, pihaknya akan melakukan monitoring berkelanjutan di lapangan serta aksi pangan murah sebagaimana menindaklanjuti arahan pemerintah pusat. (*)
Editor : A'an