BAKAL pasangan calon (bapaslon) kepala daerah yang mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 mulai menjalani serangkaian tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso, Kamis (29/8).
Seperti diketahui, RS milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat itu dipercaya dan telah menandatangani kerja sama dengan sembilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota se-Kalbar, untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan penyalahgunaan narkotika.
Direktur RSUD Soedarso Hary Agung Tjahyadi mengungkapkan, sembilan KPU tersebut yakni KPU Landak, Sintang, Bengkayang, Sanggau, Pontianak, Melawi, Kapuas Hulu, Ketapang, dan Kubu Raya. Dimana tes terhadap bapaslon kepala daerah dilaksanakan di satu tempat, yakni di Gedung Poliklinik Terpadu.
“Hari ini (Kamis) kami memulai pemeriksaan kepada calon kepala daerah tahun 2024, khususnya kabupaten/kota yang sudah melakukan perjanjian (kerja sama) dengan RSUD Soedarso. Ini hari pertama ada calon kepala daerah yang melakukan pemeriksaan, yakni dari Kabupaten Kubu Raya dan Bengkayang,” ungkap Hary saat menggelar konferensi pers bersama KPU Kubu Raya dan Bengkayang, Kamis (29/8).
Hary menjelaskan, pemeriksaan kesehatan ini telah diatur oleh KPU sebagai penyelenggara Pemilu dan merupakan salah satu agenda wajib yang harus diikuti oleh seluruh calon kepala daerah yang mendaftar di Pilkada 2024. Sesuai jadwal, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tersebut akan berlangsung hingga 2 September 2024.
Untuk pemeriksaan yang dilakukan, dijelaskan dia, mulai dari kesehatan jasmani, hingga kesehatan rohani (jiwa). Serta ada pula terkait dengan pemeriksaan (tes) penyalahgunaan narkotika. Sehingga pelayanan di RS tersebut dikerjasamakan dengan beberapa pelayanan kesehatan lainnya. Seperti dengan Klinik Utama Sungai Bangkong untuk tes kejiwaan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk tes narkoba.
“Pemeriksaan kesehatan ini berlangsung dua hari untuk masing-masing calon. Hari pertama dilakukan tes kesehatan jasmani, lalu di hari kedua untuk tes kejiwaan (rohani),” ujarnya.
Menurut Hary, tim pemeriksaan kesehatan dari RSUD Soedarso melibatkan sebanyak 51 dokter spesialis dan tenaga kesehatan lainnya. Terdiri dari tim penilaian kesehatan jasmani atau fisik, dengan 14 dokter spesialis, mulai dari dokter spesialis penyakit dalam, jantung, paru, bedah, urologi, ortopedi, obgyn atau kandungan, saraf, mata, THT, kesehatan gigi dan mulut, ortodonti dan radiologi, patologi klinik, dan spesialis patologi anatomi.
Kemudian ada empat tenaga kesehatan lainnya, yakni dua untuk kesehatan jiwa dan dua psikolog. Serta tim kesehatan untuk status penyalahgunaan narkotika bekerjasama dengan BNN Kalbar, terdiri dari satu dokter, dan dua analis, serta tim penunjang lainnya.
“Lalu pemeriksaan jasmani ada radiografer, analis kesehatan, dan perawatan. Untuk pendukung lainnya, kaitannya dengan pemeriksaan kejiwaan, dan juga pemeriksaan penyalahgunaan narkotika,” jelasnya.
Hary berharap seluruh proses, pemeriksaan kesehatan, dan penyalahgunaan narkotika bagi bapaslon kepala daerah di RS tersebut bisa berjalan dengan baik. Hingga hari terakhir pelaksanaannya pada 2 September 2024 mendatang.
“Mudah-mudahan nanti pada 3 September 2024 kami (gelar) pleno, dengan tim pemeriksaan, dan memberikan hasil pemeriksaan, serta rekomendasi yang disampaikan oleh tim pemeriksaan,” pungkasnya.
Salah satu bapaslon kepala daerah dari Kabupaten Bengkayang yang menjalani pemeriksaan kesehatan kemarin, Sebastianus Darwis-Samsul Rizal menyampaikan, pelayanan di RSUD Soedarso sudah sangat baik. Fasilitas kesehatan yang dimiliki juga lengkap, apalagi gedung yang digunakan merupakan gedung baru yang sangat representatif. Sehingga itu semua, membuat mereka nyaman ketika menjalani serangkaian tes kesehatan di sana.
“Pelayanannya (RSUD Soedarso) sudah bagus, ini gedungnya masih baru, alat kesehatannya juga canggih, modern, berkelas lah,” puji Sebastianus Darwis. (*)
Editor : A'an