SINGKAWANG — Pertemuan jawatan kuasa kerja/ kelompok kerja sosial ekonomi Indonesia-Malaysia atau JKK KK Sosek Malindo ke-37 Tahun 2024 di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, sukses digelar mulai tanggal 21-25 Desember 2024.
Pada malam penutupan (gala dinner), masing masing perwakilan delegasi kedua negara menyambut baik kesepakatan yang telah dicapai sehingga diharapkan dapat mewujudkan penguatan kerja sama Provinsi Kalbar dan Peringkat Negeri Sarawak.
Ketua Menteri Timbalan Setiausaha Kerajaan Negeri Sarawak yang juga Pengerusi Sarawak Dato Sri Dr Muhammad Abdullah Bin Haji Zaidel, dalam sambutannya menyambut baik adanya JKK/KK Sosek Malindo ini.
Dia mengatakan, kerja sama ini sangat penting dalam usaha membangun ekonomi kedua negara. Ia memberi contoh adanya kerja sama lalu lintas antarnegara antara Kuching dan Singkawang. Kerja sama ini sudah selaras dengan ASEAN Framework.
“Saya dipahamkan bahwa adanya kerja sama lalu lintas antarKuching, Sarawak- Singkawang, Kalbar ini dapat mengeratkan jalinan persahabatan kedua negara, meningkatkan pelaburan (investasi,red) dan ekonomi,” ungkapnya.
Dia juga menengahkan masalah yang patut menjadi perhatian terkait akses perhubungan udara. Ia meminta JKK KK Sosek Malindo juga menjadi asas atau platform untuk bersama sama juga mengadakan penerbangan Kuching-Pontianak atau Kuching-Singkawang sehingga menguatkan jalinan kerja sama kedua negara.
“Jika nantinya Sarawak sudah memiliki perusahaan penerbangan nantinya kita bisa mengusulkan dan saling membantu, dengan platform Sosek Malindo sebagai asasnya agar Kalbar bisa mengusulkan ke Jakarta, dan Sarawak bisa berbicara dengan Putrajaya agar dapat mewujudkan penerbangan dari Kuching,Sarawak-Pontianak, Kalbar dan Kuching, Sarawak-Singkawang, Kalbar,” harapnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kalimantan Barat selaku Ketua JKK/KK Sosek Malindo Linda Purnama mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi usulan agar kembali dilakukannya kerja sama penerbangan rute Kuching, Sarawak-Pontianak, Kalbar ataupun nantinya ditambah rute Kuching, Sarawak-Singkawang, Kalbar. “Tentunya itulah harapan kita bersama dan semoga dapat terwujud dengan perjuangan pembicaraan melalui wadah Sosek Malindo ini,” katanya.
Hal lain yang ditengahkan oleh Linda Purnama selaku perwakilan delegasi Kalbar, Indonesia agar Malaysia-Indonesia khususnya Sarawak-Kalbar dapat mencari solusi terkait bidang sosial-budaya mengenai perkawinan campuran antarwarga Sarawak-Kalbar.
“Semoga kedua negara ini bisa mencari solusi terbaik mengatasi isu perkawinan campuran antarkedua negara. Semoga melalui Sosek Malindo ini dapat memberikan kerja sama yang menguntungkan kedua negara,” katanya.
Hal lain yang ditengahkan adalah usulan provinsi Kalbar ke Sarawak, Malaysia adalah kerjasama perekonomian di sektor ketahanan pangan guna meningkatkan perekonomian kedua negara.
“Presiden Indonesia Bapak Prabowo sangat konsen guna meningkatkan ketahanan pangan dalam mengantisipasi efek perubahan iklim global yang penuh ketidakpastian. Isu ini penting bagi kedua negara agar dapat dibicarakan dan dikerjasamakan kedua negara,” harapnya. (*)
Editor : A'an