Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pacu Pembangunan Daerah, Pemkab Kubu Raya Gandeng TNI Rekonstruksi Jalan Poros Lewat Pola Karya Bakti

Ashri Isnaini • Senin, 30 Juni 2025 | 12:13 WIB
BERSAMA WARGA: Bupati Sujiwo, Wabup Sukiryanto, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Jamallulael, dan jajaran berfoto bersama warga penerima bantuan sembako.
BERSAMA WARGA: Bupati Sujiwo, Wabup Sukiryanto, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Jamallulael, dan jajaran berfoto bersama warga penerima bantuan sembako.

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya resmi memulai pembangunan jalan poros ekonomi Rasau Jaya Patok 50 melalui program Karya Bakti TNI bersama rakyat, Kamis (26/6/2025). Peluncuran program ini ditandai dengan sirene yang dibunyikan langsung oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo didampingi Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, bersama Panglima Kodam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael di lokasi.

Jalan poros ekonomi yang akan dibangun membentang sepanjang 3,1 kilometer dengan anggaran Rp11 miliar. Jalan ini menghubungkan Desa Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya hingga Desa Sungai Bulan, Kecamatan Sungai Raya. Infrastruktur ini akan menjadi akses vital bagi sekitar 20 desa di wilayah sekitarnya.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo menjelaskan program Karya Bakti TNI dipilih setelah melalui berbagai pertimbangan strategis. Salah satunya adalah demi efisiensi anggaran daerah yang memang terbatas.

LAUNCHING: Bupati Sujiwo, Wabup Sukiryanto, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Jamallulael, dan pihak terkait melaksanakan launching Rekonstruksi Jalan Rasau Jaya Patok 50.
LAUNCHING: Bupati Sujiwo, Wabup Sukiryanto, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Jamallulael, dan pihak terkait melaksanakan launching Rekonstruksi Jalan Rasau Jaya Patok 50.

Menurutnya, berdasarkan perhitungan Dinas Pekerjaan Umum, jika pembangunan dilakukan secara kontraktual, anggaran Rp11 miliar hanya bisa untuk membangun 1,7 kilometer jalan. Namun, melalui pola karya bakti dengan TNI, jalan yang dibangun dapat mencapai 3,1 kilometer dengan kualitas spesifikasi yang setara.

“Dengan sistem karya bakti ini, rakyat, daerah, dan negara sama-sama diuntungkan. Karena dengan anggaran yang sama, jalan yang dibangun dua kali lipat lebih panjang,” ungkap Sujiwo.

Orang nomor satu di Pemerintahan Kubu Raya ini menambahkan, keputusannya memilih pola karya bakti juga dilandasi semangat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI, serta sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Yang paling utama, TNI itu kuat karena rakyat. Dukungan rakyat adalah nadinya TNI. Ini adalah wujud nyata manunggalnya TNI dengan rakyat,” tegasnya.

. PAKET SEMBAKO: Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyerahkan simbolis paket sembako kepada warga pada saat Peluncuran Rekonstruksi Jalan Rasau Jaya Patok 50 dengan Pola Karya Bakti TNI dan rakyat.
. PAKET SEMBAKO: Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyerahkan simbolis paket sembako kepada warga pada saat Peluncuran Rekonstruksi Jalan Rasau Jaya Patok 50 dengan Pola Karya Bakti TNI dan rakyat.

Menurut Sujiwo, pembangunan jalan poros ini sangat penting karena akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jalan tersebut akan mempermudah pergerakan barang dan jasa, menurunkan biaya distribusi hasil pertanian, hingga mempermudah akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.

“Selama ini, kalau ada warga yang sakit parah, perjalanan ke rumah sakit sangat terguncang karena kondisi jalan yang rusak. Dengan jalan ini, akses kesehatan akan jauh lebih cepat dan aman. Begitu juga anak-anak ke sekolah dan aktivitas perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Sujiwo menambahkan, saat ini pemerintah daerah telah mendata kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum pembangunan jalan, dan akan melakukan evaluasi setelah jalan selesai untuk mengukur dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, pengangguran, hingga kualitas pendidikan dan kesehatan.

Sementara itu, Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, menegaskan  program Karya Bakti TNI merupakan bentuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang bertujuan mendukung percepatan pembangunan daerah. Dia membedakan antara program Karya Bakti dengan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa).

“Kalau TMMD itu hanya 21 hari dengan skala kecil. Sedangkan Karya Bakti bisa sampai setahun anggaran dan sasarannya lebih besar seperti jalan poros ini,” jelas Jamallulael.

Dalam pengerjaannya, Karya Bakti ini menggunakan metode swakelola tipe dua. Metode ini memungkinkan TNI melibatkan pihak lain yang kompeten, termasuk mahasiswa sebagai tenaga ahli pratama. Hal ini, kata Jamallulael, sekaligus memberikan pengalaman lapangan kepada mahasiswa yang nantinya akan menjadi calon pemimpin masa depan.

“Ini simbiosis mutualisme. Kami dibantu skill mahasiswa dan mereka juga mendapat pengalaman kerja nyata,” pungkasnya.

Sebelum launching pembangunan jalan poros ekonomi Rasau Jaya Patok 50 tersebut, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Jamallulael bersama Bupati Kubu Raya, Sujiwo dan unsur Forkopimda Kalbar serta Kubu Raya juga meninjau kegiatan bakti sosial, seperti pengobatan gratis, sunatan massal, dan pembagian bantuan sembako yang dipusatkan di Halaman Kantor Camat Rasau Jaya. Kegiatan kemudian di lanjutkan dengan penanaman pohon sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan. (ash)

Editor : Hanif
#jalan poros #Ekonomi #Pemkab Kubu Raya #kodam xii tanjungpura #Karya Bakti TNI #RASAU JAYA