Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemprov Kalbar Prioritaskan Infrastruktur dan Pangan Murah Perkuat Ekonomi

Hanif PP • Senin, 22 September 2025 | 11:31 WIB

 

DISKUSI: Gubernur Ria Norsan berdiskusi saat proses peninjauan ruas jalan.
DISKUSI: Gubernur Ria Norsan berdiskusi saat proses peninjauan ruas jalan.

PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan, terus menggencarkan pembangunan infrastruktur vital sekaligus melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah kabupaten. Kedua langkah strategis ini bertujuan untuk memperlancar akses transportasi, menekan laju inflasi, serta memperkuat daya beli masyarakat.

Dalam kunjungan kerja pertengahan September 2025, Gubernur meninjau pembangunan Jembatan Kecapah di Kapuas Hulu yang menelan anggaran Rp21,6 miliar. Jembatan sepanjang 50 meter ini diharapkan dapat mengatasi terputusnya jalur transportasi akibat banjir menuju Kecamatan Semitau dan Suhaid.

JEMBATAN: Gubernur Ria Norsan meninjau pembangunan jembatan.
JEMBATAN: Gubernur Ria Norsan meninjau pembangunan jembatan.

Selain itu, Norsan juga meninjau ruas jalan provinsi di Melawi, yakni Sayan–Kotabaru dan Kotabaru–Sokan, serta ruas jalan Nahaya–Simpang Amboyo Selatan di Landak yang dialokasikan Rp5 miliar untuk perbaikan. Menurutnya, pembangunan jalan dari desa hingga kota bukan hanya proyek fisik, tetapi bagian dari strategi mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar.

Peninjauan infrastruktur juga dilakukan di Kabupaten Sintang pada ruas jalan Simpang Medang–Nanga Mau yang menghabiskan anggaran Rp29 miliar. Hingga pertengahan September, progres proyek baru 4 persen. Pengerjaan difokuskan pada fondasi bawah sebelum dilanjutkan ke lapisan aspal. Dari total panjang ruas 138 km, penanganan jalan fungsional sepanjang 26 km diprioritaskan lebih dahulu, sementara keseluruhan proyek ditargetkan rampung pada 2027.

PANTAU: Gubernur Ria Norsan saat memantau proses bongkar muat material yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
PANTAU: Gubernur Ria Norsan saat memantau proses bongkar muat material yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

“Kami utamakan jalan yang fungsional dulu agar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya. Saya harap warga bersabar, karena setelah selesai akses ini akan memperlancar pergerakan orang dan barang,” ujar Norsan.

Sejalan dengan pembangunan infrastruktur, Pemprov Kalbar juga meluncurkan Gerakan Pangan Murah di Kapuas Hulu, Sintang dan Melawi. Di Sintang, kegiatan dipusatkan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, sementara di Melawi berlangsung di halaman Masjid Agung Kota Juang. Gubernur membawa 1.000 paket sembako berisi beras, gula, dan minyak goreng yang dijual Rp50 ribu per paket—jauh lebih murah dari harga normal Rp117 ribu.

TINJAU: Gubernur Ria Norsan meninjau proyek pembangunan jalan, didampingi sejumlah pejabat dan tim teknis.
TINJAU: Gubernur Ria Norsan meninjau proyek pembangunan jalan, didampingi sejumlah pejabat dan tim teknis.

“Bayangkan, harga paketnya Rp117 ribu, tapi hari ini kita jual Rp50 ribu. Semoga ini meringankan beban bapak ibu sekalian. Jangan rebutan ya, tetap tertib antre,” kata Norsan saat berinteraksi dengan warga.

Menurutnya, GPM tidak hanya bertujuan menekan harga pangan, tetapi juga menjadi wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Warga pun menyambut positif program ini karena membantu menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

LOKASI: Suasana peninjauan di lokasi pembangunan infrastruktur oleh Pemprov Kalbar.
LOKASI: Suasana peninjauan di lokasi pembangunan infrastruktur oleh Pemprov Kalbar.

Selain fokus pada infrastruktur dan pangan murah, Gubernur juga meninjau program rumah tidak layak huni (RTLH) di Kapuas Hulu, memberikan pengarahan kepada ASN agar menjaga integritas, serta meninjau Masjid Agung Kota Juang di Melawi yang mendapat dukungan dana Rp2,25 miliar.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa pembangunan Kalbar diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat—mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, stabilitas harga pangan, hingga peningkatan kualitas hidup melalui pendidikan, perumahan, dan keagamaan.

“Infrastruktur dan pangan adalah kebutuhan mendasar. Yang terpenting, pembangunan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor : Hanif
#infrastruktur vital #gerakan pangan murah #pemprov kalbar #inflasi #Bantu Warga