Sutarmidji berharap, keberadaan Jembatan Melawi II bisa mempermudah akses bagi masyarakat. Sekaligus menjadi pendongkrak percepatan pembangunan dan roda perekonomian daerah, khususnya di Kabupaten Melawi. Untuk menyempurnakan jembatan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) menurutnya siap membantu pengaspalan, agar jembatan tersebut semakin rapi.
“Jembatan ini sangat penting untuk menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain. Insyallah, Pemprov Kalbar akan membantu pengaspalannya pada anggaran perubahan (2022). Karena belum kelihatan rapi kalau belum diaspal,” ungkapnya.
Selain itu untuk pembangunan di Kabupaten Melawi, ruas jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi bakal dituntaskan pembangunannya. Yakni ruas Jalan Nanga Sokan-Kota Baru dan Sayan, tahun depan anggaran pembangunannya bakal lebih besar dari tahun ini.
Midji-sapaan karibnya berkata rencana tersebut jangan ditafsirkan ke hal-hal lain. Karena memang dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pemprov Kalbar, semakin hari sudah semakin baik. Bahkan besaran PAD saat ini sudah lebih besar dari dana transfer pemerintah pusat.
"Ini menunjukkan bahwa ekonomi Kalbar semakin maju, semakin baik. Insyallah, kami akan terus melakukan pembangunan, sinergitas dengan kabupaten/kota se-Kalbar akan terus ditingkatkan agar ada percepatan-percepatan dalam pembangunan di Kalbar,” ujarnya.
Midji menegaskan sebagai gubernur, dirinya tidak pernah membedakan antara satu daerah dengan daerah lain. Termasuk siapa yang menghuni daerah-daerah tersebut. Namun hal yang menjadi pertimbangan dalam penepatan pembangunan kata dia, adalah kebutuhan, bukan keinginan.
“Kalau kebutuhan pasti menyangkut kehidupan banyak orang. Kalau keinginan itu ada indikasi keinginan orang tertentu, kelompok tertentu yang punya tujuan tertentu. Kalau kebutuhan pasti semua orang akan menilai itulah yang harus dilakukan,” paparnya.
Dengan demikian ia akan benar-benar melihat, mendengar dan mengkaji, baru kemudian menetapkan skala prioritas untuk percepatan pembangunan. Dimana sesuai rencana, tahun depan Pemprov bakal fokus pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
“Mudah-mudahan ini bisa terwujud dan Kalbar cepat maju. Sekali lagi apresiasi saya kepada Pemerintah Melawi yang tidak hentinya membangun wilayah untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Melawi Dadi Sunarya Usfa Yursa mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan berbagai pihak, termasuk Gubernur Kalbar. Karena memang, Jembatan Melawi II menurutnya sudah lama dinantikan dan diharapkan bisa memudahkan aktivitas masyarakat. Serta menjadi prioritas utama kepemimpinannya sejak menjabat sebagai bupati bersama Wakil Bupati Kluisen.
"Ini berkat kerja sama semua pihak dan dukungan masyarakat, hingga akhirnya kita semua dapat menikmati jembatan ini. Dan dengan ini saya sampaikan, pembangunan Jembatan Melawi II, 100 persen menggunakan APBD Kabupaten Melawi,” katanya.
Pihaknya juga berterima kasih kepada Pemprov Kalbar dan dukungan gubernur untuk membantu pengaspalan jalan akses jembatan tersebut. Seperti diketahui jembatan tersebut memiliki tipe rangka baja selebar enam meter dan panjang efektif 240 meter. Lalu totalnya memiliki empat bentang, dimana ukuran per bentang masing-masing sepanjang 60 meter.
“Kepada masyarakat, Jembatan Melawi II milik kita bersama. Mari kita jaga dan pelihara jembatan ini. Sekuat apapun bangunan, akan mudah rusak jika tidak dirawat dan dijaga,” pesan Dadi. (bar/r) Editor : Syahriani Siregar