PONTIANAK POST - Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa meresmikan Rumah Adat Melayu yang bertempat di jalan Juang Km 07 Kecamatan Nanga Pinoh, Jumat (14/2) pagi. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Melawi, dirangkai dengan tarian melayu, dan makan bersama ala saprahan seluruh tamu yang hadir di dalam rumah adat Melayu.
Bupati Melawi mengatakan, pembangunan tersebut merupakan impian dan harapan masyarakat. Pembangunan itu juga merupakan sebuah momen yang bersejarah bagi masyarakat Melawi sebagai wujud komitmen dalam melestarikan warisan budaya leluhur.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupeten Melawi saya menyampaikan selamat dengan selesainya pembangunan Rumah Adat Melayu Kabupaten Melawi yang diresmikan pada hari ini, " ujarnya.
Selain itu dia berharap keberadaan rumah adat ini dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat adat Melayu, serta menjadi daya tarik wisata bagi daerah. Untuk itu lanjutnya rumah adat ini juga dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, agar mereka lebih mengenal dan memahami budaya Melayu.
Dadi menegaskan, Rumah Adat Melayu ini dapat menjadi simbol persatuan dan kesatuan masyarakat, sebagai upaya dalam melestarikan warisan budaya leluhur.
"Mari kita jadikan rumah adat ini sebagai tempat yang nyaman dan aman bagi kita semua," kata Dadi.
Pada kesempatan itu, Dadi menyampaikan rumah adat ini akan diserahkan pengelolaannya kepada Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Melawi. Ia pun meminta agar rumah adat tersebut dirawat dan dipelihara dengan baik.
"Ini sebuah dari bagian identitas serta menjadi cikal bakal dalam upaya melestarikan khazanah seni budaya melayu yang bernilai sejarah, agar tetap eksis dan berkembang serta tidak hilang melayu ditelan zaman, " ungkap Dadi
Di tempat yang sama Ketua MABM Melawi Ritaudin, mengungkapkan dengan terbangunnya rumah adat Melayu ini akan memperkuat marwah dan upaya menyatukan persaudaraan puak Melayu di Kabupaten Melawi.
Selain itu, lanjut Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat bahwa keberadaan rumah adat tersebut sebagai bagian dari pelestarian adat istiadat, budaya dan seni Melayu yang harus dipertahankan.
"Dengan berdirinya rumah adat melayu ini akan mempererat dan memperkuat identitas melayu dan sebagai wadah mempersatu puat, " ujarnya.
Ketua MABM Kalimantan Barat Chairil Effendy mengatakan bahwa Rumah Adat Melayu di Kabupaten Melawi merupakan rumah adat yang ke sembilan yang telah berdiri
"Ada beberapa kabupaten di Kalimantan Barat belum memiliki Rumah Adat Melayu, termasuk Kota Pontianak," tuturnya.
Sementara itu kegiatan peresmian Rumah Adat Melayu dihadiri Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, Sekda Melawi Paulus, unsur pimpinan DPRD Melawi, Ketua TP PKK Melawi Raisya Sarbina, Ketua MABM Kalimantan Barat Chairil Effendy, Ketua MABM Kabupaten Melawi, Forkopimda, Ormas dan tamu undangan lainnya. (wan)
Editor : A'an