PONTIANAK POST - Sebanyak 35 orang perserta yang tergabung dari tingkat pelajar SMA/SMK dan mahasiswa di Kabupaten Melawi mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar di aula pertemuan Badan Metorologi Klimatologi dan Giofisika ( BMKG ) Kabupaten Melawi, senin (24/2) kemarin
Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada setiap tanggal 9 februari.
Selain itu pelatihan jurnalistik diselenggarakan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Melawi bekerja sama dengan BMKG, DWP BMKG, serta menggandeng berbagai media, seperti Media Suara Kalbar (AMSI), Suara Pemred, Pontianak Post, Pontianak Info Disway, Wartamelawi dan Jurnalkalbarnews.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi dari BPJS dan dibuka secara resmi oleh Kepala Satuan Intelejen Keamanan Resort Melawi Iptu Dandy
Turut hadir dalam kegiatan tesebut Ketua dan Sekretaris SMSI Melawi, Syarif Hidayatullah dan Bagus Afrizal, serta sejumlah pejabat dari BMKG Melawi.
Ketua SMSI Melawi Syarif Hidayatullah mengatakan dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan semangat jurnalistik di kalangan pelajar dan mahasiswa terus berkembang serta mampu melahirkan jurnalis-jurnalis muda yang kompeten.
Selain itu lanjut Syarif dalam pelatihan ini para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teori jurnalistik tetapi juga langsung terjun sebagai wartawan sehari.
"Mereka berpartisipasi dalam ruang redaksi, berdiskusi, serta merancang liputan dengan membagi diri ke dalam beberapa kelompok untuk menentukan isu berita yang akan diangkatnya, " ujar Syarif
Para peserta pun aktif melontarkan berbagai pertanyaan kepada petugas BMKG Nanga Pinoh dalam upaya mengumpulkan informasi. Beragam topik menjadi fokus peliputan, mulai dari informasi tentang curah hujan, kualitas udara, program-program DWP BMKG, pemantauan cuaca harian, hingga ancaman petir.
Baca Juga: Pol Air Patroli Perairan di Silat Hilir Lakukan Penegakan Hukum dan Pencegahan PETI
“Asyik dan seru juga, bisa jadi jurnalis sehari. Selain menambah ilmu, juga bisa menambah teman baru,” ungkap Mohammad Irsan, pelajar SMK Negeri 1 Nanga Pinoh.
Ia menyadari bahwa membuat produk jurnalistik bukanlah hal mudah, karena berita yang disajikan harus menarik serta berdasarkan data dan fakta yang akurat.
Hal senada disampaikan oleh Disca Oktaviani, gadis kelahiran 2008 ini mengungkapkan bahwa profesi jurnalis menuntut ketelitian dalam menyajikan informasi agar dapat dipertanggungjawabkan.
“Semoga kegiatan jurnalistik bagi pelajar seperti ini bisa terus berlanjut,” harapnya.
Eko Susilo dari harian Suara Pemred sebagai narasumber berharap pelatihan ini dapat melahirkan calon jurnalis muda berbakat di Kabupaten Melawi.
Eko menjelaskan berbagai aspek penting dalam jurnalistik, seperti: pengertian jurnalistik, ragam berita, teknik peliputan berita dan angle berita
Dia menekankan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menarik minat pelajar, mahasiswa, serta kalangan muda dalam dunia jurnalistik. (Wan)
Editor : A'an