Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pekan Gawai Dayak Kabupaten Melawi Ke XVII, Merawat Keberagaman dan Budaya

Miftahul Khair • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 12:38 WIB
Anggota DPD RI Daud Yordan membuka secara resmi Pekan Gawai Dayak di Melawi yang Ke XVII ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 17 kali di Stadion Raden Temenggung Setya Pahlawan.
Anggota DPD RI Daud Yordan membuka secara resmi Pekan Gawai Dayak di Melawi yang Ke XVII ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 17 kali di Stadion Raden Temenggung Setya Pahlawan.

PONTIANAK POST - Pekan Gawai  Dayak Kabupaten Melawi yang ke XVII resmi dibuka bertempat di Stadion Raden Temenggung Setya Pahlawan Nanga Pinoh , kamis (31/7)

Kegiatan tersebut dimulai dari tanggal 31 Juli - 2 Agustus 2025 mengusung tema Merawat Keberagaman dan Budaya, Melawan Lupa.

Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak Kabupaten Melawi yang ke XVII Drs. H. Muhammad Yamin mengatakan bahwa Gawai tahunan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dayak untuk mensyukuri hasil panen sekaligus memperkuat identitas budaya ditengah modernisasi.

"Pekan Gawai Dayak tahun ini dirangkai dengan pawai budaya, pertunjukan seni dan budaya, ritual suku dayak berbagai sub suku, dan berbagai tampilan budaya lainnya," ujarnya.

Lebih lanjut Yamin berpesan jangan pernah malu mengaku sebagai orang Dayak, meskipun berbeda keyakinan.

"Saya muslim tetapi saya tetap orang Dayak, jadi kita sebagai orang Dayak jangan pernah malu meskipun berbeda keyakinan," pesannya.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Melawi, Kluisen, menyampaikan Pekan gawai Dayak ini menjadi pelestarian budaya Dayak berkelanjutan yang diwariskan para leluhur.

Kluisen menegaskan pentingnya menjaga identitas keberlangsungan budaya Dayak ditengah arus globalisasi

Ia juga mengingatkan generasi muda Dayak Melawi sebagai penurus yang memiliki warisan leluhur.

"Anak kita harus sekolah, banyak orang Dayak yang sukses, menjadi Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Dewan, dan masih banyak lainnya, jadi intinya harus sekolah," pesannya.

Kluisen yang juga Mantan Wakil Bupati Melawi menghimbau kepada pengunjung agar bisa menjaga keamanan, ketertiban dan kekompakan maupun kebersihan selama gawai berlangsung.

“Dari hari pembukaan ini sampai selesai nanti PGD dapat berjalan baik tanpa ada gangguan-gangguan apapun,” harapnya.

Dikesempatan yang sama dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Melawi, Paulus, mengatakan bahwa perbedaan yang ada di daerah dengan keberagaman suku, budaya, adat, dan agama harus dimanfaatkan sebagai sebuah pondasi dalam membangun Melawi yang saling menghargai perbedaan dan meningkatkan rasa toleransi.

“Mari kita jadikan Perayaan Gawai Dayak ini sebagai momentum mempererat persatuan, menjaga keharmonisan, dan membangun Melawi yang damai, berbudaya, dan sejahtera,” tuturnya

Selain itu, Anggota DPD RI, Daud Yordan,  mengatakan bahwa Gawai Dayak ini tak hanya menjadi simbol pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai ajang mempererat persaudaraan antar suku dan agama.

“Kegiatan ini sangat luar biasa karena menyatukan kita semua sebagai anak bangsa, khususnya masyarakat etnis Dayaki,” ungkapnya

Ia berharap generasi muda Dayak bisa seperti dirinya menjadi perpanjangan tangan wakil rakyat di DPD RI hingga jabatan penting lainnya.

Sementara itu, Pekan Gawai Dayak ke XVII Melawi 2025 secara resmi dibuka oleh Anggota DPD RI, Daud Yordan, ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 17 kali dilanjutkan dengan prosesi ritual tuak pemali dan dimeriahkan oleh pasukan merah TBBR. (wan)

Editor : Miftahul Khair
#melawi #pemersatu bangsa #pelestarian budaya #pekan gawai dayak #keberagaman