PONTIANAK POST – Upaya pencarian Tim SAR Gabungan terhadap korban dugaan tenggelam di Sungai Melawi akhirnya membuahkan hasil. Syaparden (43), warga Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, ditemukan meninggal dunia, Senin (5/1) malam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak, I Made Junetra, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 22.20 WIB setelah dilakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian.
“Pada hari Senin, 5 Januari 2026, pukul 22.20 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia,” kata I Made Junetra, Selasa (6/1) dalam keterangan resminya.
Dia menerangkan, penemuan korban berawal dari laporan masyarakat yang melihat sesosok tubuh mengapung di aliran Sungai Melawi. Setelah menerima informasi tersebut, Tim SAR Gabungan segera menuju lokasi untuk memastikan dan melakukan evakuasi.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, Tim SAR Gabungan langsung menuju ke lokasi dan mengevakuasi korban menggunakan perahu karet. Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.
Dengan ditemukannya korban, kata I Made Junetra, maka operasi pencarian dan pertolongan secara resmi dinyatakan ditutup.
I Made Junetra mengungkapkan, selama proses pencarian Tim SAR Gabungan menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan sinyal komunikasi di lokasi kejadian yang berdampak pada koordinasi tim. Selain itu, arus Sungai Melawi yang cukup deras turut menyulitkan proses penyisiran dan membatasi pergerakan perahu serta personel demi menjaga keselamatan tim.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi arus deras dan cuaca kurang bersahabat.
“Masyarakat diharapkan menggunakan alat keselamatan, tidak beraktivitas sendirian di sungai, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat,” pungkas I Made Junetra. (ash)
Editor : Miftahul Khair