PONTIANAK POST - Gempa bumi tektonik Magnitudo 4,8 di Sintang turut mengguncang sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, pada Jumat (23/1) sekitar pukul 14.47 WIB. Getaran gempa dirasakan warga di beberapa kecamatan, namun hingga Jumat sore belum terdapat laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Berdasarkan laporan awal yang diterima oleh pihak terkait, getaran gempa dirasakan di Kecamatan Nanga Pinoh, Kecamatan Pinoh Utara, Kecamatan Belimbing, serta Kecamatan Ella Hilir. Guncangan berlangsung singkat, namun cukup terasa oleh masyarakat, terutama di wilayah permukiman.
Data sementara mencatat koordinat gempa berada pada 0,10 Lintang Utara dan 111,78 Bujur Timur. Meski demikian, titik pusat gempa tidak berada langsung di wilayah Kabupaten Melawi. Getaran yang dirasakan diduga merupakan dampak dari aktivitas seismik di wilayah lain di Pulau Kalimantan.
Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan dari masyarakat terkait kerusakan bangunan, fasilitas umum, maupun korban akibat gempa tersebut.
Aparat pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi terus melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi dari lapangan.
“Kami masih melakukan monitoring dan koordinasi dengan pihak terkait. Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan dari warga,” ujar Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan (Kabid Darlog) BPBD Kabupaten Melawi, Rahmad, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (23/1).
Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Melawi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Berdasarkan informasi sementara, gempa yang dirasakan tidak berpusat di Kabupaten Melawi dan tidak menimbulkan dampak signifikan.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya atau bersumber dari pihak tidak resmi guna menghindari kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada namun tidak panik. Apabila merasakan getaran susulan, segera menuju ke tempat terbuka dan aman,” demikian imbauan yang disampaikan pihak terkait.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan gempa, termasuk kekuatan, lokasi episenter, serta potensi gempa susulan. (wan)
Editor : Miftahul Khair