PONTIANAK POST - Seorang remaja berusia 14 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Pinoh, Dusun Nusa Indah, Desa Kenual, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, pada Kamis (12/3/2026) pagi. Setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (13/3) pagi, sekitar 31,5 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Melawi, Rahmat Mauludin, mengungkapkan korban diketahui bernama Harda Darwansyah (14), seorang pelajar yang berasal dari Desa Baru Nanta, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi.
Menurutnya, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 09.05 WIB ketika korban bersama beberapa temannya pergi mandi di Sungai Pinoh yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari Pondok Pesantren Bustanul Qur’an.
Ia menambahkan berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan lapangan, sebelumnya pada sekitar pukul 09.01 WIB korban dan teman-temannya menuju sungai untuk mandi.
Saat berada di tepi sungai, korban diduga terpeleset dan jatuh ke dalam air. Korban yang diketahui tidak bisa berenang langsung terbawa arus sungai yang saat itu sedang mengalami kenaikan debit air.
“Korban terpeleset saat bermain di tepi sungai. Karena tidak bisa berenang dan kondisi air sungai sedang naik, korban kemudian hanyut dan tenggelam,” ujar rahmat
Informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali diterima petugas sekitar pukul 10.32 WIB dari laporan pengurus Pondok Pesantren Bustanul Qur’an. Menindaklanjuti laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi segera melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur tim gabungan, di antaranya Tim TRC-PB BPBD Kabupaten Melawi, Basarnas, Polres Melawi, Polsek Nanga Pinoh, Babinsa Koramil Nanga Pinoh, PMI Kabupaten Melawi, pihak Pondok Pesantren Bustanul Qur’an, serta masyarakat setempat.
Menurut Rahmat, proses pencarian berlangsung sejak hari pertama kejadian dengan menyusuri aliran Sungai Pinoh. Namun upaya pencarian menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi debit air sungai yang terus meningkat serta banyaknya ranting dan batang pohon yang hanyut terbawa arus, sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran.
"Setelah pencarian selama hampir satu hari, korban akhirnya ditemukan oleh warga pada Jumat (13/3) sekitar pukul 08.32 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi mengambang di wilayah Desa Nanga Kayan," terangnya.
Tim SAR gabungan kemudian segera menuju lokasi penemuan yang berjarak sekitar 31,5 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam. Selanjutnya korban dievakuasi oleh petugas untuk proses penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua dan pengelola lembaga pendidikan, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar sungai, terutama saat kondisi debit air sedang meningkat.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan serta memperhatikan faktor keselamatan guna mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari," pungkasnya. (wan)
Editor : Miftahul Khair