PONTIANAK POST - Sebuah komitmen tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) yang tinggi dapat dilihat dari bagaimana upaya perusahaan menjalankannya dalam berbagai bidang secara berkelanjutan. Kondisi ini tercermin dalam upaya yang dilakukan Mukti Group atas kepeduliannya pada dunia pendidikan dan masa depan peserta didik.
Mukti Group menggelar talkshow interaktif, terkait bahaya narkoba dan pencegahan penyalahgunaannya. Kegiatan ini hasil kolaborasi SMAN 1 Sokan, Polsek Sokan, dan Mukti Plantation. Talkshow yang digelar pada Jumat, 24 April 2026 ini dipusatkan pada ruang kelas SMAN 1 Sokan, Jl A Husni Hamzah, Desa Sepakat, Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi.
Para peserta mendapatkan paparan terkait bahaya narkoba. Salah satu bahayanya merusak hormon dopamin. Manusia normal dapat bahagia karena hal sederhana, seperti makan coklat, bermain voli, atau lainnya. Tetapi ini tidak bisa lagi bagi mereka yang mengkonsumsi narkoba, syarafnya terganggu. Sementera itu, Bripka Deni Darmawan dari Polsek Sokan memberikan penjelasan terkait hukum positif mengenai sanksi penyalahgunaan narkoba.
Terpisah, dr Iskandar Irwan Hukom, General Manager CSR Mukti Group menyampaikan, talkshow interaktif digelar dengan dilatarbelakangi kepedulian perusahaan akan masa depan para peserta didik. Dimana narkoba telah menjadi salah satu ancaman serius bagi generasi muda.
“Walaupun belum ada kasus, kita harus membuat program preventif. Ini untuk mencegah anak-anak kita jatuh dalam narkoba. Program ini disambut baik SMAN 1 Sokan. Kepala sekolah dan guru-guru melihat hal sama yang membahayakan, ancaman bagi anak didik mereka,” jelasnya.
Hal senada disampaikan, Idham Kholid, anggota DPRD Melawi, yang turut hadir dan menyampaikan materi. Ia menekankan bahwa narkoba sangat mengganggu masa depan putra-putri terbaik di Kecamatan Sokan. Bahaya narkoba perlu menjadi perhatian khusus semua pihak.
“Sosialisasi dari Mukti membantu supaya bahaya narkoba dikenal menyeluruh dari dini. Jangan sampai narkoba ini disalahgunakan, mengganggu masa depan mereka. Kasihan bagi anak itu sendiri dan orangtuanya. Kita, wakil rakyat, tidak mau anak di sini terkena narkoba,” ujarnya.
Ia menilai positif, langkah CSR perusahaan melalui talkshow tersebut. Ia berharap, kerjasama yang baik tersebut bisa berlanjut bagi desa dan kecamatan lain di Melawi. “Kita ingin perusahaan ini bukan hanya di bidang pendidikan, tetapi juga infrastuktur dan kesehatan. Sehingga masyarakat luar kebun juga bisa merasakan dampak positif perusahaan,” harapnya.
Apresiasi serupa disampaikan, Alberta Veronika, Guru SMAN 1 Sokan. “Apresiasi sebesarnya sudah memberikan ruang bagi anak kami. Bahaya narkoba ini benar menjadi ancaman bagi penerus bangsa, khususnya siswa-siswi di Sokan. Ini menjadi kekhawatiran tersendiri dan tantangan berat bagi kami,” kata tenaga pendidik yang telah sekitar satu dekade mengabdi di SMAN 1 Sokan ini.
Ia menambahkan, saat ini terdapat 365 siswa/i kelas X, XI, dan XII di SMAN 1 Sokan. Ia berharap, kegiatan serupa dapat kembali digelar di SMAN 1 Sokan. “Lebih sering tidak masalah. Kita suka. Biar anak-anak lebih paham bahaya narkoba. Ini baru kelas X, semoga ada kelas XI dan XII. Isu lain, mungkin terkait edukasi pergaulan bebas,” ujarnya.
Resti, PR Manager Mukti Group bersyukur atas apresiasi positif terkait talkshow interaktif bahaya narkoba. “Mewakili perusahaan, kami sampaikan terima kasih. Semoga acara ini bisa berlangsung terus dan kerjasama bisa terus terjalin,” katanya. (mde)
Editor : Hanif