Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pengurus Baru IDI Cabang Melawi 2025–2028 Dilantik, Siap Hadapi Tantangan Kesehatan Era Modern

Hanif • Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:58 WIB
Ketua IDI Wilayah Kalimantan Barat, dr. Muhammad Wahyu Utomo, memasangkan kalung IDI kepada Ketua IDI Cabang Melawi, dr. Ilza Nanta Setia, sebagai simbol pengukuhan kepemimpinan dan amanah organisasi dalam rangka memperkuat pelayanan kesehatan serta profesionalisme dokter di Kabupaten Melawi. (ISTIMEWA)
Ketua IDI Wilayah Kalimantan Barat, dr. Muhammad Wahyu Utomo, memasangkan kalung IDI kepada Ketua IDI Cabang Melawi, dr. Ilza Nanta Setia, sebagai simbol pengukuhan kepemimpinan dan amanah organisasi dalam rangka memperkuat pelayanan kesehatan serta profesionalisme dokter di Kabupaten Melawi. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Kepengurusan baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Melawi periode 2025-2028 resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Hotel Rajawali Nanga Pinoh, Sabtu (20/6). Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi dunia kesehatan di Kabupaten Melawi dalam memperkuat pelayanan kesehatan serta menjawab berbagai tantangan kesehatan di era modern.

Prosesi pengukuhan pengurus IDI Cabang Melawi dilakukan langsung oleh Ketua IDI Wilayah Kalimantan Barat, dr. Muhammad Wahyu Utomo, yang hadir bersama jajaran pengurus wilayah. Acara tersebut turut dihadiri Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, direktur rumah sakit, tenaga kesehatan, serta para dokter yang bertugas di Kabupaten Melawi.

Dalam kepengurusan yang baru, dr. Ilza Nanta Satia dipercaya untuk menakhodai IDI Cabang Melawi selama tiga tahun ke depan. Sosok yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Melawi tersebut menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi profesi dokter di Melawi semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, dr. Ilza Nanta Satia menyampaikan bahwa dunia kesehatan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari perkembangan teknologi kesehatan, perubahan pola penyakit, hingga meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga: Mukti Plantation dan Muspika Melawi Bangun Kebersamaan

“IDI Cabang Melawi siap menjawab tantangan kesehatan di era modern. Kami menyadari bahwa perkembangan dunia kesehatan begitu cepat, sehingga dokter dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, organisasi profesi memiliki peran strategis dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan kesehatan yang berpihak kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kepengurusan IDI Cabang Melawi akan terus membangun sinergi yang kuat dengan Pemerintah Kabupaten Melawi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami akan selalu bersinergi dengan pemerintah daerah. Kolaborasi yang baik antara tenaga medis, fasilitas kesehatan, dan pemerintah menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat Melawi,” katanya.

Dr. Ilza juga mengajak seluruh dokter yang tergabung dalam IDI Cabang Melawi untuk terus menjaga integritas profesi, meningkatkan kompetensi melalui pendidikan berkelanjutan, serta mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

“Kami ingin IDI menjadi organisasi yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dokter harus mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, pencegahan penyakit, dan pelayanan kesehatan yang profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Kalimantan Barat, dr. Muhammad Wahyu Utomo, dalam arahannya menyampaikan bahwa sektor kesehatan di Kalimantan Barat memiliki tantangan tersendiri dibandingkan daerah lain di Indonesia. Salah satunya karena posisi geografis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Menurutnya, kedekatan wilayah perbatasan memberikan dampak terhadap pola pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk kecenderungan sebagian masyarakat untuk mencari layanan kesehatan ke negara tetangga.

“Tantangan dunia kesehatan di Kalimantan Barat salah satunya karena kita dekat dengan perbatasan Malaysia. Tantangannya di sana adalah obat-obatnya relatif murah. Kalau untuk dokter-dokternya sebenarnya sama dengan kita. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana kita mampu membangun pelayanan yang berkualitas sehingga masyarakat tetap percaya dan memilih berobat di daerah sendiri,” ujarnya.

Ia menilai bahwa kerja sama dan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat.

“Bagaimana kita bisa membangun kerja sama yang baik, meningkatkan kualitas layanan, meningkatkan fasilitas kesehatan, serta memperkuat kompetensi tenaga medis agar pelayanan yang diberikan mampu memenuhi harapan masyarakat,” katanya.

Dr. Wahyu juga mengapresiasi semangat para dokter di Kabupaten Melawi yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik meskipun menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan geografis.

Menurutnya, IDI memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah profesi dokter sekaligus memastikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi kepada kepentingan pasien.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus IDI Cabang Melawi yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru dapat membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Melawi.

Menurut Bupati, sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.

“Kami berharap IDI Cabang Melawi dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Bagaimana kita bersama-sama meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Melawi sehingga warga kita lebih memilih berobat di daerah sendiri daripada ke negara sebelah,” ujarnya.

Bupati menilai bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan fasilitas kesehatan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia tenaga medis yang ada.

Karena itu, ia berharap semakin banyak putra-putri daerah Melawi yang dapat melanjutkan pendidikan ke bidang kedokteran dan kembali mengabdi di kampung halaman.

“Kami juga berharap anak-anak Melawi bisa masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Dengan semakin banyak dokter yang berasal dari daerah sendiri, tentu akan menjadi kekuatan besar dalam mendukung pelayanan kesehatan di Kabupaten Melawi pada masa depan,” katanya. (*/wan)

Editor : Hanif
#layanan kesehatan #idi #melawi #pengurus baru