PONTIANAK POST – Jauh sebelum jaringan jalan darat berkembang seperti sekarang, Sungai Melawi menjadi urat nadi transportasi masyarakat di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Sungai ini bukan hanya menjadi jalur perjalanan warga, tetapi juga menjadi lintasan utama distribusi barang dan aktivitas ekonomi menuju wilayah pedalaman.
Gambaran tersebut terlihat dalam video yang diunggah kanal YouTube pieiemejink9082 pada 27 Juli 2026. Video itu memperlihatkan suasana tepian Sungai Melawi di Nanga Pinoh yang dahulu dikenal sangat ramai dilalui berbagai jenis transportasi air.
Sungai Pernah Menjadi Jalur Kehidupan Masyarakat
Baca Juga: Menyusuri Rumah Lanting di Nanga Pinoh, Warisan Pemukiman Tionghoa yang Masih Bertahan hingga Kini
Pada masanya, sebagian besar mobilitas masyarakat dilakukan melalui sungai. Warga memanfaatkan perahu, motor air hingga speedboat untuk bepergian maupun mengangkut kebutuhan sehari-hari.
Distribusi barang dari Pontianak menuju sejumlah wilayah di pedalaman Kalimantan Barat juga banyak mengandalkan jalur sungai. Aktivitas itu membuat kawasan tepian Sungai Melawi dipenuhi lalu lalang transportasi air hampir setiap hari.
Bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, kehidupan sehari-hari pun tidak dapat dipisahkan dari aliran Sungai Melawi.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hiasan, Ornamen Klenteng Tiga Pontianak Punya Filosofi Budaya Tionghoa
Perubahan Terjadi Setelah Jalan Darat Berkembang
Seiring pembangunan infrastruktur darat yang semakin baik, pola transportasi masyarakat mulai berubah.
Jalur darat yang semakin mudah diakses membuat perjalanan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat menjadi pilihan utama. Akibatnya, intensitas lalu lintas transportasi di Sungai Melawi perlahan mengalami penurunan dibandingkan beberapa dekade sebelumnya.
Meski demikian, sungai tetap memiliki peran penting bagi sebagian masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan tepian sungai maupun wilayah yang masih mengandalkan transportasi air.
Perahu Masih Menjadi Bagian dari Kehidupan Warga
Dalam video tersebut juga terlihat sejumlah perahu dan motor air masih ditambatkan di depan rumah-rumah lanting.
Baca Juga: Mengapa Orang Hakka Disebut Keluarga Tamu? Ini Asal Usul dan Kisah Perjalanannya hingga Mendunia
Bagi sebagian warga, transportasi air tetap digunakan untuk menuju ladang, bekerja, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari. Bahkan, menurut keterangan warga setempat dalam video, speedboat masih dimanfaatkan untuk mengantar rombongan masyarakat yang hendak berangkat umrah maupun haji dari sejumlah wilayah pedalaman.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun jalur darat berkembang pesat, transportasi sungai belum sepenuhnya ditinggalkan.
Sungai Melawi Menyimpan Jejak Sejarah Kalimantan Barat
Baca Juga: Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Perluas Penyisiran Kakek Hilang di Sungai Cina Melawi Hingga 5 Km
Selain menjadi sumber kehidupan, Sungai Melawi juga memiliki nilai sejarah yang penting bagi perkembangan wilayah pedalaman Kalimantan Barat.
Sungai ini menghubungkan berbagai kawasan hingga bermuara dan bertemu dengan Sungai Kapuas di wilayah Sintang. Selama bertahun-tahun, jalur tersebut menjadi penghubung aktivitas perdagangan, mobilitas penduduk, serta distribusi berbagai kebutuhan masyarakat.
Kini, meski aktivitas transportasi sungai tidak lagi seramai dahulu, Sungai Melawi tetap menjadi saksi perubahan zaman dan perkembangan infrastruktur yang mengubah pola kehidupan masyarakat di Kabupaten Melawi.
Editor : Silvina