Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Antisipasi WBC, Petani Lakukan GerDal

Administrator • Kamis, 30 Januari 2020 | 08:54 WIB
GERAKAN PENGENDALIAN: Para petani melaksanakan kegiatan pengendalian hama.ISTIMEWA
GERAKAN PENGENDALIAN: Para petani melaksanakan kegiatan pengendalian hama.ISTIMEWA
Dibimbing POPT Kabupaten Mempawah

MEMPAWAH - Mengantisipasi serangan Wereng Batang Coklat (WBC), petani di Desa Peniti Luar Kecamatan Jongkat melakukan Gerakan Pengendalian (GerDal), Rabu (29/1) siang. Kegiatan yang diikuti puluhan petani Kelompok Tani Makmur II, Gapoktan Pilar Makmur itu dipimpin Tim POPT Kabupaten Mempawah, M Taufik, SPKP.

“GerDal ini dilaksanakan menindaklanjuti surat peringatan dini yang dikeluarkan POPT Kecamatan Siantan tentang potensi serangan wereng WBC dilingkungan petani Desa Peniti Luar,” terang Taufik.

Taufik menjelaskan, GerDal harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Yakni mengacu pada ketepatan penggunaan racun kimia dan harus mempertimbangakan kondisi keseimbangan agro ekosistem sawah. “Jangan sampai serangga musuh alami ikut musnah akibat penggunaan racun yang tidak bijaksana atau berlebihan,” tuturnya.

Karena itu, Taufik menilai sangat penting untuk memberikan pengetahuan kepada petani tentang penggunaan racun dan praktek pelaksanaan GerDal. Sehingga, tindakan yang dilakukan petani efektif dan tepat sasaran.

“Tiap kecamatan hanya ada satu petugas bidang hama Penyakit Tanaman yang memiliki tupoksi melakukan monitoring, dan pengamanan produksi. Makanya, petani sangat bersyukur atas perhatian pemerintah daerah khususnya Dinas Pertanian dan UPT PTPH Kalbar,” ujarnya.
“Untuk penanganan hama penyakit di wilayah Kecamatan Jongkat, petugas dapat menghubungi petugas POPT, Dicky. Jika menemukan gejala dan potensi serangan hama segera komunikasikan dengan petugas,” pesan Taufik.

Ditempat yang sama, Kabid PTPH, Irma mengharapkan adanya dukungan dan kerjasama antar anggota tim dalam upaya pengendalian hama. Agar produksi pertanian lebih baik dan meningkat di musim panen mendatang.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, petani semakin mahir dan paham tentang pengendalian hama. Dengan begitu, hasil panen yang dicapai petani akan lebih maksimal nantinya,” harap Irma.

Senada itu, Perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Kalbar, Hermanto AP mengatakan, gerakan pengendalian merupakan tanggung jawab petani sebagaimana telah diterangkan dalam Undang-Undang Nomor 12 tahun 1992 tentang budidaya tanaman.

“Salah satu penyebab terjadinya serangan hama yakni pengaruh cuaca dan iklim atau ada peran petani yang salah dalam penanganan hama penyakit. Sebab, tindakan itu bisa memicu musnahnya musuh alami hama,” paparnya.

“Jenis racun yang tidak tepat, dosis yang berlebihan, cara dan waktu pengendalian yang tidak sesuai atau sasaran tidak tepat pada habitat hama dan lainnya.Untuk itu, petani dan petugas harus saling bersinergi dalam mengatasi masalah hama penyakit. Ikuti petunjuk yang diarahkan oleh petugas OPT setempat,” saran Hermanto menambahkan.(wah) Editor : Administrator
#mempawah #petani