Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Heboh Segedong, Pasien Corona Balek Kampung, Desak Gubernur Perketat Bandara dan Pelabuhan

Salman Busrah • Kamis, 23 April 2020 | 09:25 WIB
MEMPAWAH- Aktivis Kabupaten Mempawah, Sudianto Nursasi, SH menyesalkan ditemukannya kasus positif covid-19 di Kecamatan Segedong, Rabu (22/4) siang. Menurut Sudianto, lolosnya pasien bersangkutan pulang ke Kalimantan Barat akibat lengangnya pengawasan dan pemeriksaan akses masuk di wilayah itu.

“Kami sarankan agar Gubernur lebih tegas dan memperketat akses masuk orang di Kalimantan Barat. Andai pengawasan lebih ketat, pastinya pasien positif di Kabupaten Mempawah ini sudah bisa dicegah dan diantisipasi dengan baik,” sesalnya.

Sudianto khawatir, kasus pasien positif di Kabupaten Mempawah akan terus bertambah. Sebab, sampai saat ini sudah banyak santri dan orang sipil lainnya yang datang dari berbagai daerah tanpa adanya pengawasan yang ketat dari petugas.

“Saat ini pandemi covid-19 sudah sangat mengancam dan mengkhawatirkan. Maka, perlu langkah tegas dari Pemprov Kalbar dan Pemkab Mempawah untuk mengantisipasi penularan yang lebih luas di masyarakat,” tuturnya.

Terkait kasus positif tersebut, Sudianto menyarankan agar secepatnya dilakukan traking terhadap masyarakat yang melakukan kontak dengan pasien positif. Sebab, selain keluarganya diyakini pasien pastinya sudah berinteraksi dengan masyarakat di sekitarnya.

“Pasien ini sudah tiba sejak 7 hari lalu. Selama sepekan itu, pastinya pasien sudah melakukan berbagai aktivitas di dalam rumah maupun di luar rumah. Bukan tidak mungkin, pasien juga sudah berkeliling kampung dan pergi ke pasar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Jamiril, S.KM memastikan pihaknya telah melakukan penanganan terhadap pasien positif covid-19 sesuai protap yang ada. Pasien sudah dilakukan penjemputan dan dilakukan isolasi ketat di RSUD dr Rubini Mempawah dengan pengawasan petugas medis.

“Setelah mendapatkan konfirmasi dari Dinas Kesehatan Pemprov Kalbar, kami langsung turun kelapangan untuk menjemput pasien di rumahnya. Kemudian, pasien dibawa ke RSUD dr Rubini Mempawah dan diisolasi ketat,” tegasnya.

Selain pasien, imbuh Jamiril, dirinya telah mengintruksikan petugas di kecamatan untuk memperketat pengawasan terhadap keluarga pasien yang berada di dalam rumah. Sebab, pasien diketahui tinggal satu rumah bersama delapan orang anggota keluarganya.

“Untuk istri, anak, orang tua dan saudara-saudara pasien sudah diisolasi ketat di dalam rumah dengan pengawasan petugas. Besok, kita lakukan rapid test terhadap seluruh anggota keluarganya. Kemudian, kita lakukan traking terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien ini,” tukasnya.

Pasien positif covid-19 pertama di Kabupaten Mempawah itu berinisial WM (37) warga Kecamatan Segedong. WM yang merupakan pendidik agama di salah satu pondok pesantren di Temboro, Magetan, Jawa Timur itu tiba di Kecamatan Segedong pada tanggal 16 April.

Sebelumnya, WM telah menjalani pemeriksaan swab di Magetan, namun yang bersangkutan pulang secara diam-diam ke Kalbar melalui bandara. Setelah 7 hari pulang, barulah hasil pemeriksaannya keluar dan dinyatakan positif covid-19.(wah) Editor : Salman Busrah
#mempawah #corona