MEMPAWAH - Sejatinya, proyek pembangunan Kantor Desa Sungai Purun Besar, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah nyaris rampung. Realisasi pembangunan diperkirakan sudah mencapai 80%. Namun, bangunan yang telah menelan anggaran hampir Rp 1 miliar itu tiba-tiba roboh, Sabtu (15/8) sekitar pukul 06.00 WIB.
Robohnya bangunan dua lantai itu cukup mengejutkan. Sampai saat ini, belum diketahui penyebab robohnya bangunan yang terletak di Jalan Kebun Jeruk RT 12/RW 05, Desa Sungai Purun Besar itu. Beruntung tak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden yang terjadi di pagi hari itu.
Proyek pembangunan Kantor Desa Sungai Purun Besar ini dikerjakan secara swakelola dengan dengan pola anggaran multiyears melalui APBDes. Pada tahun 2018 lalu, dikucurkan dana kurang lebih Rp 300 juta. Kemudian dilanjutkan pada tahun 2019 sekitar Rp 393 juta dan di tahun 2020 sebesar Rp 224/628.581,-.
Bangunan yang memiliki panjang 16 meter dan lebar 20 meter itu didirikan dengan fondasi beton. Sebelum roboh, bangunan tersebut nyaris rampung. Bahkan, jaringan listrik pun telah dipasang. Sebab, proyek gedung kantor Desa Sungai Purun Besar ini rencananya akan diresmikan pada tahun 2021 mendatang.
“Saat kejadian (roboh) itu, saya masih beristirahat di rumah. Kemudian saya dapat kabar jika bangunan kantor desa roboh,” terang Kepala Desa Sungai Purun Besar, Basuni saat ditemui di lokasi pembangunan.
Basuni mengaku belum dapat memastikan penyebab robohnya bangunan tersebut. Sebab, menurut Basuni, permasalahan itu berkaitan dengan persoalan teknis yang membutuhkan kajian dan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kita belum bisa memperkirakan atau menduga apa penyebab ambruknya bangunan kantor Desa Sungai Purun Besar ini. Karena hal ini berkaitan dengan masalah teknis pembangunan,” tegasnya.
Lebih jauh Basuni mengaku belum memikirkan langkah apa yang akan dilakukan Pemerintah Desa Sungai Purun Besar terkait kejadian ini. Yang pasti, dirinya siap mengikuti seluruh proses pemeriksaan dan pertanggungjawaban terhadap kejadian ambruknya proyek tersebut.
“Nanti kita lihat dulu proses pemeriksaan dan pertanggungjawabannya terhadap permasalahan ini. Kita siap untuk mengikuti prosesnya kedepan. Setelah itu barulah akan kita pikirkan solusinya seperti apa,” ujarnya.
Robohnya proyek pembangunan Kantor Desa Sungai Purun Besar direspon cepat Pemerintah Kabupaten Mempawah. Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi turun langsung ke lokasi proyek untuk melihat kondisi bangunan yang menyisakan puing-puing itu.
“Kita belum dapat menduga-duga penyebab robohnya proyek pembangunan Gedung Kantor Desa Sungai Purun Besar, Kecamatan Segedong ini,” tuturnya.
Namun ia berpendapat, besar kemungkinan pemicu robohnya bangunan dua lantai itu disebabkan faktor alam. Misalnya rendaman banjir atau curah hujan yang mengakibatkan kondisi tanah menjadi lembek.
“Kemungkinannya apakah kondisi tanah yang lembut akibat banjir, hujan dan lainnya. Jadi, dugaan awal ini saya perkirakan ambruknya proyek pembangunan Gedung Kantor Desa Sungai Purun Besar disebabkan faktor alam,” katanya.
Meski demikian, Wabup memastikan ambruknya proyek pembangunan gedung desa itu akan melalui proses pemeriksaan oleh tim teknis dari instansi terkait. Tim akan turun ke lapangan untuk melakukan analisis penyebab robohnya bangunan itu.
“Nanti akan dilakukan analisis dari instansi teknis terkait dilapangan. Kita tunggu saja nanti hasil dari tim di lapangan seperti apa,” tuturnya.
Lebih jauh Wabup menjelaskan, sesuai prosedur yang ada, kejadian ambruknya bangunan kantor desa itu harus dilaporkan pemerintah desa kepada pemerintah kabupaten mengingat pembangunannya menggunakan APBDes.
“Setelah semua proses ini dilaksanakan, akan ada arahan atau kebijakan berdasarkan pertimbangan kepala daerah. Yang pasti, aturan, mekanisme dan prosedurnya harus dijalankan. Kita akan berupaya mencari penyebab ambruknya, lalu akan ditentukan solusi ke depan,” tegasnya.
Di lain pihak, DPRD Mempawah menyayangkan ambruknya bangunan Kantor Desa Sui Purun Besar, Kecamatan Segedong. Karena itu, dalam waktu dekat DPRD Mempawah berencana akan melakukan peninjauan untuk melihat langsung lokasi bangunan.
“Secepatnya, kami akan turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Sebab, persoalan ini sangat penting dan harus menjadi pembelajaran bagi desa-desa yang melaksanakan pembangunan di lingkungannya,” kata Wakil Ketua DPRD Mempawah, Darwis, SH, MH.
Menurut Politisi Partai Nasdem ini, ambruknya bangunan tersebut harus dipertanggungjawabkan, baik dari sisi kegiatan pembangunan maupun penggunaan anggarannya.
“Penanggungjawab dari kegiatan pembangunan ini harus diproses. Karena, pembangunan ini menggunakan uang rakyat maka ada prosedur dan ketentuan yang harus dijalani. Ketika muncul permasalahan, penanggungjawab mengambil konsekuensinya,” tegas dia.
Karena itu, Legislator Dapil Jongkat-Segedong ini mengingatkan Pemkab Mempawah agar melakukan evaluasi dan memetik pelajaran dari kasus ambruknya proyek Kantor Desa Sui Purun Besar.
“Ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah dan seluruh desa di Kabupaten Mempawah. Setiap kegiatan terlebih berkaitan dengan teknis pembangunan harus dilaksanakan dengan baik sesuai aturan dan ketentuan yang ada. Sebab, kegiatan ini memakai uang rakyat,” sebutnya.
Untuk itu, Darwis minta agar Pemerintah Kabupaten Mempawah segera mengambil langkah sigap menyikapi permasalahan itu. Caranya adalah dengan mengungkap penyebab ambruknya bangunan serta melakukan proses pertanggungjawaban terhadap pihak-pihak terkait.
“Segera turunkan tim teknis dari instansi terkait agar bisa dilakukan kajian untuk mengungkap penyebab ambruknya bangunan Kantor Desa Sui Purun Besar. Apakah disebabkan kesalahan perencanaan atau kesalahan pelaksanaan pekerjaannya,” cecar Darwis.
Saat ini Darwis mengingatkan agar tidak ada pihak yang berspekulasi tentang penyebab ambruknya proyek pembangunan kantor desa itu, termasuk mengambinghitamkan faktor alam.
“Saya tidak yakin penyebabnya faktor alam. Lihat saja bangunan lain di sekitar lokasi itu. Apakah juga ambruk atau tidak. Kita tunggu saja hasil analisis dan kajian tim teknis di lapangan,” tukasnya.(wah)
Editor : Super_Admin