Dari pantauan di lapangan, sejak pagi hari tak nampak kepadatan lalu lintas pengunjung di Pasar Pagi Sui Pinyuh. Sementara itu, puluhan pedagang di Pasar Pagi Sui Pinyuh antusias menyiapkan barang-barang dagangan dengan harapan laku terjual pada momentum menyambut ramadan 1442 H. Sepinya daya beli masyarakat di Pasar Pagi Sui Pinyuh menjelang Ramadan 1442 H ini dirasakan oleh Johan, seorang pedagang ayam. Dia membandingkan dengan Ramadhan tahun lalu yang jauh lebih ramai pengunjung.
“Ramadhan tahun ini begitu sepi. Dibandingkan Ramadhan tahu lalu jauh lebih ramai masyarakat yang berbelanja di Pasar Pagi Sui Pinyuh ini,” pendapatnya.
Johan menyebut tak banyak ayam yang berhasil dijualnya. Dia pun menduga, lemahnya daya beli masyarakat menjelang Ramadan 1442 H ini disebabkan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Kabupaten Mempawah. “Kalau hari biasanya bisa menjual 20 ekor ayam, kalau sekarang hanya laku 4-5 ekor saja. Sangat sepi pembeli. Kondisi ini pasti dipengaruhi dengan situasi pandemi Covid-19 yang menyebabkan perekonomian masyarakat turun drastis,” nilainya.
Sementara itu, Penjual Daging Sapi di Pasar Pagi Sui Pinyuh, Ahmad mengaku hanya mempersiapkan seekor sapi yang telah dipotong untuk dijual ke masyarakat. Dia berharap barang dagangannya laku terjual. “Untuk menyambut Ramadhan 1442 H ini, saya hanya menyiapkan satu ekor sapi. Untuk harga daging sapi Rp 130 ribu per kilogram,” tandasnya.(wah) Editor : Administrator