Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hasil Ubinan Panen Capai 3,49 Ton tiap Hektare

Misbahul Munir S • Jumat, 7 Oktober 2022 | 14:04 WIB
Memeringati Hari Pahlawan, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalimantan Barat mengajak generasi muda untuk bisa menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove. (IST)
Memeringati Hari Pahlawan, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalimantan Barat mengajak generasi muda untuk bisa menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove. (IST)
MEMPAWAH – Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional 2022 yang diselenggarakan BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat sejak 25 Mei lalu resmi ditutup, belum lama ini. Penutupan dirangkaikan dengan panen raya di Desa Sungai Nipah, Kecamatan Jongkat.

Kegiatan yang diikuti 25 peserta dari Desa Jungkat, Sungai Nipah, Segedong, Peniti Luar, dan Sui Burung tersebut ditutup Kepala Balai Besar Wilayah II, Hartanto.

Penutupan SLI Operasional 2022 dihadiri Perekayasa Utama BMKG Pusat, Urip Haryoko, Kepala Balai Besar Wilayah II Hartanto, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Didik Krismanto, dan Kepala Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat, Luhur Tri Uji Prayitno.

Hadir pula, Kabid Perlindungan Tanaman Pangan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Mempawah, Koordinator BMKG Kalbar, Kepala UPTPTPH Kalbar, Kepala BPTP Kalbar, Sekretaris Camat Jongkat, Camat Segedong, Koordinator Penyuluh Pertanian dan lainnya.

Urip mengharapkan adanya kolaborasi dengan pemerintah daerah dan petani untuk menyelenggarakan kegiatan SLI mandiri yang ditujukan untuk melahirkan petani tangguh yang mengenal cuaca dan iklim agar tercapai ketahanan pangan.

“Saya mengapresiasi hasil daya serap peserta yang mencapai 37%. Hasil ini mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman petani terkait informasi cuaca dan iklim,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Didik Krismanto mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BMKG atas diselenggarakannya kegiatan SLI Operasional yang dapat meningkatkan pemahaman petani akan informasi cuaca dan iklim.

“Melalui kegiatan SLI ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Terkait SLI mandiri, saya minta agar Dinas Pertanian merancang kegiatan dengan lebih sederhana sehingga dapat dilaksanakan berkelanjutan,” saran Didik.

Hartanto mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kebijakan Komisi V DPR RI terhadap kegiatan SLI. Dia berharap dukungan serupa dapat terus diberikan dalam kegiatan lainnya di masa mendatang.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada para petani di Desa Sungai Nipah khususnya, dan masyarakat Kabupaten Mempawah umumnya. Serta, kami mengharapkan apa yang didapatkan peserta tidak disimpan sendiri. Minimal diberikan ditularkan kepada orang lain,” harapnya.

Sebelum kegiatan dimulai, lebih dulu dilakukan penghitungan hasil ubinan panen raya yang dilakukan oleh tim BPS Mempawah yang dipimpin langsung oleh Kepala BPS Mempawah, Munawir.

“Hasil ubinan pada panen kali ini sebesar 3,49 ton per hektar,” ungkap Munawir.

Pencapaian tersebut merupakan suatu keberhasilan bagi SLI dan Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat sebagai penyelenggara. Mengingat, kondisi iklim di Kalbar yang kerap turun  hujan sepanjang periode.(wah) Editor : Misbahul Munir S
#Panen Capai 3.49 Ton #Hasil Ubinan #panen raya #3.49 Tiap Hektare