Aksi penipuan berlangsung pada Senin (6/3) di salah satu swalayan modern di Kota Mempawah. Bermula ketika korban mendapatkan telepon WhatApps (WA) dari pelaku yang mengatasnamakan admin akun tik tok Baim Paula.
Kemudian, korban diintrusikan oleh si penipu untuk melakukan top up dana melalui tiga akun pembayaran yakni Shopee Pay, OVO dan Tokopedia. Korban pun diarahkan pelaku mendatangi swalayan modern terdekat untuk melakukan transfer dana.
“Tadi saya dapat informasi melalui pesan WhatsApp mengatasnamakan akun tik tok Baim Paula. Lalu, saya diarahkan mengklik link pembayaran dan dijanjikan mendapatkan uang sebesar Rp 10 juta,” kenangnya.
Tiba di swalayan modern, korban pun meminta kasir melakukan top up dana di nomor yang telah disiapkan oleh pelaku penipuan. Si kasir pun manut saja memberikan pelayanan kepada konsumennya. Bukan hanya sekali, korban meminta kasir melakukan top up dana hingga belasan kali dengan total nominal lebih dari Rp14 juta.
Setelah mendapatkan belasan kali top up dari korban, kontan saja si pelaku langsung memutuskan komunikasi. Bahkan, kontak telepon milik korban langsung di blokir oleh pelaku untuk menghilangkan jejaknya.
“Atas kejadian ini, saya akan bertanggungjawab dan akan membayar dana yang telah di top up melalui kasir swalayan. Saya tidak akan lari,” tegasnya.
Sementara itu, kasir swalayan modern di Kota Mempawah, Adelia (19) sangat terkejut dengan penipuan itu. Bahkan, dirinya sempat histeris setelah menyadari konsumen yang dilayaninya menjadi korban penipuan online.
“Awalnya ada ibu-ibu datang minta pelayanan top up dana dengan nilai Rp 900 ribu lebih untuk sekali top up. Setelah sekali top up, saya minta ibu tersebut membayar. Namun, si ibu mengaku akan membayar sekaligus diakhir top up,” tuturnya.
Lantas, Adelia pun manut saja mengikuti perintah konsumennya. Korban pun terus minta si kasir melakukan top up hingga belasan kali. Bahkan, si kasir sempat menghentikan agar korban tak lagi top up. Namun, peringatan itu tak diindahkan oleh korban.
“Berulang kali saya katakan ke korban sudah tak bisa top up lagi, tetapi korban terus memaksa untuk top up,” lirihnya.
Bahkan, sambung Adelia, salah seorang konsumen lain yang berada saat kejadian ikut memarahi korban agar berhenti top up dana. Namun, korban tak bergeming dan bersikeras agar terus melakukan top up.
“Korban berjanji akan membayar nominal top up. Namun, rupanya korban tak ada duitnya. Akibat kejadian ini, saya pun harus ikut bertanggungjawab mengganti kerugian,” pungkasnya. (wah) Editor : Misbahul Munir S