Kasat Polair Polres Mempawah, Iptu Andi Rahmat membenarkan kejadian itu. Kasat mengatakan, korban selamat sempat terdampar di beting pesisir perairan Sungai Nipah sebelum akhirnya berhasil pulang sendiri ke rumahnya dengan menggunakan perahu miliknya.
“Bermula ketika korban berangkat melaut pada Senin (3/4) sekitar pukul 05.00 WIB bersama tiga orang rekannya. Korban dan rekannya masing-masing menggunakan perahu sendiri,” ujar Andi Rahmat.
Kemudian, sambung dia, sekitar pukul 13.30 WIB saat korban sedang beraktivitas menangkap ikan seketika cuaca memburuk. Angin kencang menerjang perairan Kabupaten Mempawah. Korban dan rekan-rekannya pun memilih untuk memutuskan alat tangkap dan bergegas kembali ke daratan sebelum cuaca semakin memburuk.
Angin kencang yang menyebabkan gelombang tinggi membuat korban dan rekan-rekannya berusaha keras mencapai daratan secepat mungkin. Setelah beberapa saat, ketiga rekannya berhasil sampai ke daratan dengan selamat. Sedangkan korban terakhir kali terlihat terombang-ambing dihempas gelombang di sekitaran Perairan Sungai Nipah - Air Hitam.
“Ketika korban dan tiga rekannya berusaha berlindung dari angin kencang dan hujan, perahu milik korban mengalami mati mesin sehingga, korban terseret gelombang dan terdampar di pesisir perairan Sungai Nipah,” papar Kasat.
Lalu, masih menurut Kasat, korban selamat berusaha memperbaiki kerusakan mesin perahunya agar bisa kembali ke rumah.
“Sekitar sore hari pukul 17.00 WIB, korban berhasil memperbaiki kerusakan mesin perahunya. Namun, perahu korban kandas dan tersangkut di beting perairan Sungai Nipah sehingga, korban harus menunggu air pasang,” sebutnya.
Sembari menunggu air pasang, korban selamat tertidur akibat kelelahan. Hingga dini hari, air pasang laut semakin meninggi membuat perahu korban berhasil lepas dari beting. Korban pun bergegas menyalakan mesin dan kembali ke rumahnya.
“Sejumlah rekan-rekan nelayan di Desa Sungai Nipah telah turun ke laut untuk melakukan pencarian. Warga melakukan pencarian terhadap korban. Pencarian dimulai sekitar pukul 20.00 WIB hingga 01.00 dini hari. Saat itu, warga tak berhasil menemukan korban,” pungkasnya. (wah) Editor : Misbahul Munir S