MEMPAWAH – Akses jalan darat menuju ke Dusun Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur terendam banjir. Akibatnya, masyarakat harus menggunakan transportasi air untuk beraktivitas. Banjir yang memutuskan akses jalan ke Telayar itu sendiri telah berlangsung hampir dua bulan ini.
“Untuk kondisi jalan darat menuju ke Dusun Telayar ini sudah terendam banjir sejak kurang lebih dua bulan lalu,” ungkap Ketua RT 13 Dusun Telayar, Yudi, Senin (8/1) sore.
Dikatakan Yudi, ketinggian banjir yang merendam badan jalan mencapai 80 centimeter. Akibatnya, kendaraan darat seperti sepeda motor tak dapat melewati lokasi tersebut. Jika dipaksakan maka kendaraan akan mogok.
“Jadi, masyarakat terpaksa menggunakan transportasi air dengan motor air atau sampan untuk beraktivitas diluar daerah Telayar,” bebernya.
Yudi memperkirakan akses jalan darat menuju Dusun Telayar yang terendam banjir mencapai kurang lebih 500 meter. Kondisi itu menyebabkan daerah Telayar terisolasi dari akses jalan darat.
“Sejak kemarin (minggu) sampai hari ini (senin), curah hujan cukup tinggi. Akibatnya ketinggian air semakin naik dan bertambah kurang lebih 15 centimeter,” ujarnya.
Bahkan, sambung Yudi, lingkungan pemukiman masyarakat yang berada di dataran rendah sudah mulai terendam air sekitar 20 centimeter. Jika curah hujan semakin tinggi, bukan tidak mungkin banjir akan semakin meningkat dilingkungan masyarakat Dusun Telayar.
“Kita sangat resah dan khawatir jika intensitas hujan semakin tinggi. Karena, otomatis banjir juga akan meningkat akibat luapan Sungai Mempawah,” sebutnya.
Selain faktor hujan, masih dikatakan Yudi, masyarakat Dusun Telayar juga mewaspadai banjir kiriman dari daerah perhuluan di Kabupaten Landak. Terutama dari daerah Karanga dan Menjalin.
“Kebiasaanya jika terjadi banjir di Menjalin dan Karangan, maka akan berdampak di Dusun Telayar dan beberapa daerah sekitar. Ini yang kita khawatirkan banjir akan semakin parah,” lirihnya.
Terkait laporan banjir, Yudi mengaku telah menyampaikan kondisi tersebut kepada Pemerintah Desa Sejegi. Namun, sampai saat ini belum ada tindaklanjut dilapangan atas laporan yang disampaikannya.
“Kalau laporan ke BPBD belum, namun kami sudah melaporkan ke desa. Kemungkinan pihak desa yang melapor ke BPBD. Mudah-mudahan segera ada tindaklanjut dilapangan untuk menanggulangi dampak banjir ini,”harapnya.
Terakhir, Yudi minta agar Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui instansi terkait dapat melakukan tindakan untuk meminimalisir dampak banjir dilingkungan masyarakat Dusun Telayar.
“Kami minta agar badan jalan ditimbu agar lebih tinggi dan tidak mudah terendam banjir. Kami juga berharap ada program bantuan untuk melakukan rehab rumah. Sebab, kami ingin pondasi rumah lebih ditinggikan agar tidak mudah teredam banjir,” tandasnya.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Mempawah, Purwadi mengaku belum mendapatkan laporan terkait banjir yang merendam akses jalan Dusun Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur.
“Belum ada laporan yang masuk. Tapi nanti akan kami cek kondisi di lapangan,” janjinya.(wah)
Editor : A'an