MEMPAWAH – Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar konsultasi publik Rancangan Awal (Rawal) RPJPD 2025-2045, RPD 2025-2026 dan RKPD Kabupaten Mempawah tahun 2025.
Kegiatan yang diikuti puluhan peserta itu dibuka Bupati Mempawah, Erlina, Kamis (18/1) di Aula Kantor Bupati Mempawah.
Kegiatan konsultasi publik tersebut turut diikuti Sekretaris Daerah (Sekda), Ismail, Forkopimda, Bappeda Pemprov Kalbar, Kepala OPD Pemkab Mempawah, Pimpinan BUMN dan BUMD, Pimpinan Organisasi serta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama di Kabupaten Mempawah.
Dalam sambutannya, Bupati Erlina menjelaskan sebagaimana instruksi Mendagri, Kabupaten Mempawah menjadi salah satu daerah yang diharuskan menyusun dokumen perencanaan jangka panjang dan jangka menengah yang menjadi rujukan dalam penyusunan rencana strategis dan rencana kerja perangkat daerah tahun 2025 dan 2026.
“Dengan akan berakhirnya Perda nomor 2/2020 dan Perda nomor 4/2020 yang disertai dengan Pilkada tahun 2024 ini, maka Kabupaten Mempawah harus menyusun RKPD tahun 2025 berlandaskan pada RPD tahun 2025-2026 yang akan ditetapkan pada akhir Januari 2024,” jelas Bupati.
Dikatakan Bupati, RPD Kabupaten Mempawah tahun 2025-2026 mengacu pada dokumen Perda RPJDP tahun 2005-2025 periode IV yang difokuskan pada peningkatan SDM berkualitas, terwujudnya reformasi birokrasi dan pelayanan publik, terwujudnya kemandirian perekonomian yang berdaya saing, serta terwujudnya tata ruang wilayah dan infrastruktur yang berkelanjutan.
“Dari hasil evaluasi capaian kinerja jangka panjang, Kabupaten Mempawah memperoleh bonus demografi dari pertumbuhan penduduk, kenaikan penduduk tahun 2045 diproyeksi tumbuh sebesar 400 ribu jiwa atau naik sebesar 33,33 persen dari tahun 2020 dengan jumlah penduduk sebesar 300,790 ribu jiwa,” bebernya.
“Namun, pertumbuhan penduduk ini secara tidak langsung berdampak pada kebutuhan akan lahan baik untuk permukiman, perkebunan maupun persawahan yang dapat berpengaruh pada bidang ketahanan pangan sektor produktivitas padi,” timpal Bupati.
Sementara itu, masih dikatakan Bupati, produktivitas padi di Kabupaten Mempawah dari tahun 2010 hingga 2022 lebih cenderung terus menurun.
Tahun 2010, produktivitas padi sebesar 34,63 kwintal per hektare dan produksinya naik di tahun 2015 sebesar 36,00 kwintal per hektare.
“Akan tetapi produktivitas padi mengalami penurunan di tahun 2022 sebesar 32,22 kwintal per hektare. Selain padi, sektor unggulan lain adalah perkebunan kelapa sawit, kelapa dalam, karet, kopi dan kakao.
Namun tanaman kelapa dalam menjadi sektor unggulan dengan nilai produksi pada tahun 2022 mencapai 18.188 ton, naik 3.552 ton dari tahun 2010 dengan produksi 14.636 ton per tahunnya,” ujarnya.
Lebih jauh, Bupati memaparkan sektor lingkungan hidup. Menurut dia, indeks kualitas lingkungan hidup menjadi tolak ukur terhadap kualitas air, kualitas udara dan kualitas tutupan lahan.
Selama 10 tahun terakhir, capaian indeks kualitas lingkungan hidup terus meningkat jika dilihat dari tahun 2018 nilai IKLH sebesar 34,57 dan setiap tahunnya terus membaik hingga di tahun 2022 nilainya sebesar 66,28.
“Bidang pendidikan, IPM Kabupaten Mempawah secara perlahan terus naik dari tahun 2010.
Sebesar 59,48, di tahun 2015 naik menjadi 63,31 dan tahun 2020 mencapai 65,74, serta tahun 2023 IPM terus membaik di angka 68,91 menempati posisi 9 se-Kalimantan Barat,” urainya.
Selain penyusunan RPJPD, menurut Bupati, penyusunan RPD tahun 2025-2026 menjadi fokus pembahasan dalam waktu dekat ini.
Mengingat RKPD tahun 2025 sudah harus disusun pada Januari dan Februari melalui mekanisme perencanaan dari bawah dari musrenbang desa dan musrenbang kecamatan dengan mengacu pada isu strategis nasional, provinsi dan daerah yang dituangkan dalam tujuan dan sasaran RPD.
“Melalui perencanaan yang berkesinambungan dari jangka panjang, menengah dan perencanaan tahunan diharapkan peningkatan kualitas dokumen perencanaan yang selama ini menjadi dasar dalam penilaian SAKIP haruslah terukur.
Artinya, semua program kegiatan yang dilaksanakan memberikan manfaat terhadap pencapaian kinerja di level kepala daerah dan perangkat daerah,” harapnya mengakhiri.(wah)
Editor : A'an