Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tim Ahli Kementan RI Cek Program Oplah di Desa Sungai Purun Kecil

A'an • Senin, 27 Mei 2024 | 20:05 WIB
Tinjau: Tim Ahli Kementan saat melakukan peninjauan lapangan.
Tinjau: Tim Ahli Kementan saat melakukan peninjauan lapangan.

MEMPAWAH – Tim ahli Kementrian Pertanian (Kementan) RI melakukan peninjauan dan pengecekan realisasi program Optimalisasi Lahan Rawa (Oplah) tahun 2024 di Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Sabtu (25/5).

Kedatangan pejabat pusat itu disambut Dandim 1201/MPh, Letkol Inf Benu Supriyantoko, SH beserta jajarannya.

Tim ahli Kementan yang bertandang ke Mempawah yakni Prof Yusran Yusuf  dan Prof Haris Bahrum. Kemudian, hadir pula Kepala BSIP Kalimantan Barat Anjar Suprapto beserta jajarannya.

“Peninjauan dan pengecekan realisasi program Oplah ini untuk memastikan kegiatan dilapangan berjalan dengan baik dan lancar.

Dan kita ingin memastikan program Oplah di Kabupaten Mempawah terealisasi sebagaimana diharapkan,” kata Yusran Yusuf menjelaskan maksud dan tujuan kunjungannya.

Yusran menjelaskan, program Oplah merupakan salah satu terobosan dari Kementan RI untuk meningkatkan indeks pertanaman melalui kegiatan penataan sistem tata air dan penataan lahan pada lahan-lahan yang dapat dimanfaatkan petani.

“Harapan kita bersama program Oplah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan. Dan kami ingin memastikan lahan itu tersedia dengan baik,” sebutnya.

Yusran menyebut, keberhasilan program Oplah akan memberikan dampak positif terhadap pengelolaan dan pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Mempawah dimasa mendatang. Karena itu, dia minta agar seluruh pihak mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan taraf perekonomian warga khususnya para petani di Kabupaten Mempawah. Sehingga para petani semakin sejahtera,” tuturnya.

Masih dalam kesempatan itu, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Kodim 1201/MPh, pemerintah daerah dan seluruh elemen msayarakat yang telah berpartisipasi aktif mensukseskan program Oplah.

“Terima kasih kepada Dandim 1201/Mph dan seluruh pihak yang telah bekerja keras mengoptimalisasikan lahan dengan pembuatan tanggul dan normalisasi parit,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Yusran, program Oplah langsung dirasakan masyarakat petani. Seperti yang diutarakan Kadus selaku petani dan pemilik lahan yang menyebut sudah tiga tahun lahan tidak produktif karena tidak bisa di tanami.

“Dan setelah dilakukan optimalisasi lahan, Alhamdulillah airnya telah surut ± 20 centimeter, dan Insya Allah lahan yang telah di optimalisasi dapat segera di tanami dan mendukung kegiatan pertanian,” katanya.

“Khususnya di Kalbar, Kabupaten Mempawah merupakan daerah pertama yang melaksanakan optimalisasi lahan. Maka, saya berharap Kabupaten Mempawah bisa menjadi percontohan keberhasilan program Oplah di Kalbar,” harapnya.

Sementara itu, Dandim 1201/Mempawah Letkol Inf Benu Supriyantoko, S.H., optimis realisasi program Oplah dapat meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Mempawah. Serta, dapat meningkatkan produktivitas dengan Perluasan Area Tanam (PAT) dalam mensukseskan program swasembada pangan nasional.

“Desa Sungai Purun Kecil merupakan salah satu dari enam desa di Kecamatan Sungai Pinyuh yang menjadi lokasi program Oplah tahun 2024.

Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar, sehingga sawah yang sudah tidak bisa digunakan karena masalah air bisa kembali aktif berproduksi,” pungkasnya.(wah)

Editor : A'an
#mempawah #Oplah #sui pinyuh #Kementan