MEMPAWAH – Istana Amantubillah Mempawah menggelar rangkaian ritual adat robo-robo tahun 2024 yang dimulai sejak 2-4 September. Pada Selasa (3/9) pagi, Raja Mempawah, Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim memimpin ziarah ke Makam Opu Daeng Menambon di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir.
Ziarah ke Makam Raja Mempawah Opu Daeng Menambon di Sebukit Rama merupakan salah satu agenda rutin dalam rangkaian ritual adat robo-robo yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia itu.
Dalam kesempatan itu, Raja Mardan turut didampingi Permaisuri Ratu Kencana Wangsa, DR Arini Mariam,M.Sc beserta Raja Muda Wirabuana Muhammad Hafidz Adinugraha, S.T dan Pangeran Patih Muhammad Hakim Adiprasetya.
Dengan menggunakan kendaraan roda empat, Raja Mardan dan rombongan melewati jalan darat menuju ke Sebukit Rama. Tiba di Sebukit Rama, Raja Mardan bersama Permaisuri Ratu Kencana Wangsa, DR Arini Mariam menunggu di pendopo bawah.
Sementara Raja Muda Wirabuana Muhammad Hafidz Adinugraha dan Pangeran Patih Muhammad Hakim Adiprasetya beserta para pengawal, kerabat kerajaan dan pejabat Forkopimda Kabupaten Mempawah menyusuri anak tangga menuju ke Makam Opu Daeng Menambon untuk melangsungkan ziarah.
Ziarah diisi dengan pembacaan surat yasin dan doa bersama serta ditutup dengan nyekar ke Makam Opu Daeng Menambon yang dipimpin oleh Raja Muda Wirabuana Muhammad Hafidz Adinugraha, S.T dan Pangeran Patih Muhammad Hakim Adiprasetya bersama pejabat Forkpimda Pemkab Mempawah.
“Ziarah ini merupakan salah satu caranya kita meresapi dan mengenang perjuangan beliau (Opu Daeng Menambon),” kata Raja Mardan kepada awak media.
Lebih dari itu, menurut Raja Mardan yang juga kandidat Bakal Calon Bupati Mempawah ini, ziarah ke Makam Opu Daeng Menambon untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat Mempawah.
“Inilah bukti kecintaan kita kepada beliau (Opu Daeng Menambon),” tegasnya.
Terkait rangkaian acara ritual adat robo-robo, Raja Mardan menjelaskan malam hari nanti akan dilaksanakan adat Toana di Istana Keraton Amantubillah Mempawah. Besok (hari ini), akan dilaksanakan napak tilas kedatangan Opu Daeng Menambon beserta rombongan.
“Besok, kita akan melaksanakan napak tilas di Dermaga Kuala Mempawah, dan malam harinya akan dilangsungkan hiburan rakyat di Istana Keraton Mempawah,” paparnya.
Sementara itu, Pj Sekda Pemkab Mempawah Abdul Malik memastikan apresiasi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam mensukseskan ritual adat robo-robo yang menjadi agenda rutin dan telah masuk dalam kalender wisata Provinsi Kalimantan Barat.
“Pastinya Pemerintah Kabupaten Mempawah memberikan dukungan maksimal untuk melestarikan ritual adat robo-robo Kerajaan Amantubillah Mempawah,” tuturnya.
Sebelumnya, pada Senin (2/9) sore Keraton Amantubillah Mempawah telah melaksanakan prosesi adat pencucian pusaka Kerajaan di Benteng Kota Batu.
Ketua Panitia Robo-Robo Istana Amantubillah Mempawah, Angga Mahendra Krg Datu La Sagala menjelaskan, rangkaian ritual robo-robo Istana Amantubillah Mempawah akan dimulai dengan pencucian pusaka kerajaan.
“Ada puluhan jenis pusaka kerajaan yang dibersihkan atau dicuci seperti 3 meriam, 2 tombak, 3 pedang, 2 keris, dan masih banyak pusaka lainnya,” jelas Angga.
Dari sejumlah pusaka tersebut, lanjut Angga, terdapat beberapa pusaka yang cukup terkenal dan familiar. Seperti Meriam Segondah, Meriam Raden Mas dan beberapa pusaka lainnya.
“Pencucian pusaka ini dilakukan melalui prosesi adat yang kita laksanakan setiap tahunnya,” kata Angga.
Usai melaksanakan pencucian pusaka kerjaaan, sambung Angga, pada malam harinya Istana Amantubillah akan menggelar haulan di Masjid Jamiatul Khair, Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur.
“Setelah haulan, kita akan melaksanakan adat Toana hingga penganugerahan gelar kekerabatan di Istana Amantubilllah,” pungkasnya.(wah)
Editor : A'an