Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Midji Harap SGAR Berikan Manfaat Besar Untuk Tenaga Kerja Lokal

A'an • Rabu, 25 September 2024 | 08:49 WIB
Presiden Jokowi berbincang dengan Sutarmidji saat berada di SGAR, PT. BAI, Kabupaten Mempawah, Selasa (24/9).
Presiden Jokowi berbincang dengan Sutarmidji saat berada di SGAR, PT. BAI, Kabupaten Mempawah, Selasa (24/9).

MEMPAWAH - Calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji berharap keberadaan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) milik PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri undangan kegiatan injeksi bauksit perdana di SGAR, PT BAI oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi), Selasa (24/9) pagi.

Midji-sapaan karibnya mengatakan, saat masih menjabat sebagai gubernur, dirinya sempat menyampaikan hal tersebut secara langsung kepada Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum, Doni Monardo. Seperti diketahui, PT BAI sendiri merupakan anak perusahaan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Inalum, dan PT Aneka Tambang (Antam). 

Salah satu proyek strategis nasional itu mulai dibangun pada 2019, atau di tahun pertama Sutarmidji menjabat sebagai Gubernur Kalbar. Di masa pandemi Covid-19 di akhir tahun 2020, Sutarmidji bersama pejabat terkait lainnya melaksanakan pemancangan pertama SGAR tersebut, secara virtual dari Kantor Gubernur. 

Lalu, pada November 2021, ia sempat menerima audiensi Doni Monardo dan Komisaris Utama PT Antam, Agus Surya Bakti di Kantor Gubernur. Saat itu dibicarakan berbagai hal, seperti upaya-upaya mempercepat proses pembangunan SGAR tersebut, dukungan dari pemerintah daerah, dan lain sebagainya. 

“Waktu ketemu dengan almarhum Pak Doni Monardo, saya minta, kalau misal dia (PT BAI) mempekerjakan tenaga asing (TKA) 100 orang, saya minta supaya dia mengirim 100 anak kita (orang Kalbar), minimal 80-lah dari Kalbar ini, untuk mengambil ilmu dalam pengelolaan pabrik itu,” ungkapnya. 

Meski di awal harus mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA), Midji berharap secara bertahap ada peralihan ke tenaga kerja lokal. Ia ingin dilakukan transfer pengetahuan dan teknologi dari TKA ke tenaga kerja yang ada di Kalbar.

“Supaya ke depannya ada pengganti, (pekerja) diganti oleh masyarakat Kalbar yang mengelola itu. Tapi dia magang dulu di sana (di pabrik negara asal), awal-awal tidak masalahlah (diisi TKA), tapi harus ada peralihan (ke tenaga kerja lokal), itu yang paling penting,” harapnya. 

Midji berharap keberadaan SGAR milik PT BAI itu benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Mempawah dan Kalbar secara umum. Ia tak ingin hal yang sama terulang, seperti keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing milik PT Pelindo yang dinilainya belum maksimal memberikan dampak kepada masyarakat di sana. 

“Kayak Pelindo, pelabuhan (Kijing) sampai sekarang belum ada itu (dampaknya), malah masyarakat tidak ada menikmati apapun, dan pelabuhan itu tidak maksimal. Crane saja belum ada, baru crane mobile yang statisnya belum ada. Jangan sampai kayak gitu. Makanya PT BAI ini jangan sampai kayak Pelindo, yang hanya megah menjanjikan, tapi belum dirasakan (manfaatnya) setelah sekian tahun (diresmikan),” tegasnya. 

Midji yakin smelter sebesar PT BAI tentu akan bisa menampung tenaga kerja dengan jumlah yang sangat besar. Selain itu, dengan sudah beroperasinya SGAR, diharapkan bisa menghidupkan Pelabuhan Internasional Kijing karena ekspor produk-produk hilirisasi dari SGAR tentu akan melalui pelabuhan tersebut. 

“Harusnya kalau seluruhnya (ekspor) tercatat di Kalbar, maka tampilan ekonomi Kalbar jadi bagus. Bauksit ini juga saya berharap pelabuhan (Kijing) bisa menjadi media untuk ekspornya, keluarnya harus tercatat di Kalbar. Jangan hasilnya itu dibawa kemana lagi, ngolahnya di sana lagi. Harusnya langsung diekspor dari sini (Kalbar),” katanya. 

Gubernur Kalbar periode 2018-2023 itu juga berterima kasih atas perhatian luar biasa yang diberikan Presiden Jokowi untuk Kalbar. Bahkan Midji menyebut, janji-janji kampanye Jokowi di Kalbar, saat maju untuk periode kedua di Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 lalu, hampir seluruhnya tuntas. Tinggal yang saat ini masih berproses adalah pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar, yang diperkirakan juga akan selesai pada akhir 2024 ini. 

“Saya rasa kalau di Kalbar, janji Pak Jokowi sudah, karena ketika beliau kampanye hanya dua (janji). Pertama, Jembatan Sungai Sambas Besar. Yang kedua, alkes RSUD Soedarso. Gedungnya kita (pemprov) yang bangun, alkesnya dibantu dari pusat. Waktu itu saya yang minta dengan Pak Jokowi (saat kampanye),” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengakui pembangunan SGAR di Mempawah itu memang sempat tertunda. Namun berkat kerja sama, dan koordinasi yang baik antar pihak terkait, pembangunan tersebut bisa diwujudkan. 

“Smelter ini memang sempat tertunda. Terima kasih Pak Menteri Investasi saat itu Pak Bahlil, dan Pak Sutarmidji saat itu sebagai gubernur, yang memang ada keterlambatan, pemerintah bisa mendorong korporasi lebih dapat kemudahan sehingga bisa menjaga target yang memang sesuai untuk pertumbuhan. Ini dampaknya tiga kali lipat untuk daerah, dan nasional, dari sisi ekonomi ini luar biasa,” ucap Erick.(bar)

 

Editor : A'an
#mempawah #SGAR #PT BAI #sutarmidji