MEMPAWAH – Pj Bupati Mempawah, Ismail membuka Rapat Koordinasi (Rakoor) Penanggulangan Tuberkulosis di Kabupaten Mempawah tahun 2024. Rakoor yang diikuti puluhan peserta itu berlangsung di Wisata Nusantara Mempawah, Kamis (26/9).
“Saat ini, penyebaran tuberkulosis di Kabupaten Mempawah pada tahun 2023 terdapat 381 kasus TBC sensitif obat dan ternotifikasi resisten obat sebanyak 7 kasus,” ungkap Ismail.
Dikatakan Ismail, tuberkulosis masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia.
Menurut laporan WHO, ungkap Ismail, dalam global TBC report tahun 2021, Indonesia berada di urutan ke-2 sebagai penyumbang penderita TBC terbanyak setelah India.
“Tuberkulosis paru merupakan infeksi terjadi pada paru-paru dan bentuk paling umum dari TBC. Ada pula tuberkulosis ekstra paru yang infeksinya diluar paru-paru, serta ada TBC yang disebabkan infeksi bakteri,” paparnya.
Karena itu, menurut Ismail perlu dilakukan skrining kasus positif dalam upaya penemuan kasus TBC lainnya.
Terkait hal itu, Ismail memandang perlunya dukuangn dari lembaga lintas sektor, perusahaan, lembaga pendidikan dan lainnya.
“Untuk percepatan capaian indikator program TBC diperlukan kerja sama yang erat antar semua lembaga baik tingkat pusat, daerah, kecamatan hingga desa dan kelurahan. Sebab, menjadi tanggungjawab semua individu baik yang sehat maupun sakit,” tegasnya.
Melalui Rakoor tersebut, Ismail berharap semua pihak dapat berkomitmen untuk bekerjasama dan saling mendukung dalam rangka penanggulangan tuberkulosis. Sehingga, Kabupaten Mempawah bisa bebas dari penularan penyakit tuberkulosis dimasa depan.
“Untuk itu, saya berpesan kepada para peserta yang serius dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti rakoor tersebut. Agar, peserta mendapatkan edukasi dan pengalaman penting guna menangani dan menanggulangi tuberkulosis dilingkungannya,” harap dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah, Harun Arrasyid melaporkan Rakoor Penanganan Tuberkulosis Kabupaten Mempawah tahun 2024 diikuti sebanyak 65 orang.
“Peserta rakoor terdiri dari Asisten dan Kepala OPD dan Badan Pemkab Mempawah, Kemenag, Camat se-Kabupaten Mempawah, Kapolsek se-Kabupaten Mempawah,” ujarnya.
Melalui Rakoor ini, Harun berharap dapat menyamakan persepsi dan komitmen dalam penanggulangan TBC di Kabupaten Mempawah.
Kemudian, dapat bersama-sama menyusun strategi dalam penjangkauan dan peningkatan layanan kesehatan terutama screening massal kasus TBC di masyarakat.
“Diharapkan pula dapat mendorong kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, ormas dan pihak swasta untuk mencapai target eliminasi TBC, serta meningkatkan capaian SPM bidang kesehatan khsusunya cakupan pelayanan kesehatan orang dengan terduga TBC,” pungkasnya.(wah)
Editor : A'an