Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jalan Kaki di Tanah Berlumpur Demi Edukasi Imunisasi

Syahriani Siregar • Senin, 30 September 2024 | 18:04 WIB
MANDI: Para pengunjung Riam Solakng begitu bergembira, bercengkrama dengan air. Objek wisata tersebut kembali dibuka menyambut new normal. ISTIMEWA
MANDI: Para pengunjung Riam Solakng begitu bergembira, bercengkrama dengan air. Objek wisata tersebut kembali dibuka menyambut new normal. ISTIMEWA

MEMPAWAH - Berbagai tantangan tak menyurutkan Rukiyah untuk mengabdikan hidupnya selama 32 tahun sebagai kader posyandu. Bahkan, harus berjalan kaki kiloan meter menerjang jalan berlumpur dihadapinya. Baginya, semua anak harus sehat dan terjangkau oleh imunisasi.

Rukiyah (64 tahun) tinggal di Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah.  Ia merupakan kader Posyandu Cempaka Jaya 1 di bawah Puskesmas Rawat Jalan Wajok Hulu.

Rukiyah memulai perjalanannya sebagai kader posyandu pada tahun 1991, di saat layanan kesehatan ibu dan anak belum mendapat perhatian serius dari masyarakat. “Dulu, lokasi posyandu berpindah-pindah karena belum ada bangunan tetap,” ujarnya. 

Ia pun harus berkeliling sebulan sekali dari satu lokasi ke lokasi lainnya, Tidak menggunakan kendaraan roda dua, melainkan dengan berjalan kaki. Medan yang ditempuh juga tak mudah.

“Dulu jalan jelek, berlumpur-lumpur. Ke tempat posyandu berjalan kaki,” imbuhnya.

Perjuangan Rukiyah tidak hanya menghadapi medan yang sulit, tetapi juga tantangan dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan. Saat itu, banyak yang belum menganggap kesehatan ibu dan anak sebagai prioritas. 

Namun, perjuangannya tidak sia-sia. Semakin bertambah tahun, masyarakat semakin sadar pentingnya memeriksakan kesehatan di posyandu. Apalagi fasilitas posyandu semakin baik. “Sekarang Alhamdulillah, tahun 2019 posyandu sudah punya gedung sendiri,” tuturnya.

Posyandu Cempaka Jaya 1 saat ini berlokasi di Jalan Teluk Dalam Gang Haji Hamid RT02 RW09, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Rukiyah tak lagi menjadi kader posyandu sejak dua tahun yang lalu. Meski telah pensiun, ia tetap menjadi sosok yang dihormati di desanya. Ia kini menjabat sebagai penasihat di Posyandu Cempaka Jaya 1, berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada generasi baru kader. 

Menjadi kader Posyandu Cempaka Jaya 1 menjadi kebanggan tersendiri bagi Mimi (46 Tahun). Ia telah menjadi kader posyandu sejak tahun 2011. Kini ia menjabat sebagai ketua  kader posyandu.

Mimi tidak asing dengan dunia kesehatan. Sebelumnya, ia bekerja sebagai perawat gigi selama tujuh tahun sebelum tempat kerjanya tutup. Keputusan untuk menetap di Desa Wajok Hulu dan bergabung dengan posyandu menjadi langkah yang tepat, di mana ia dapat meneruskan dedikasinya di bidang kesehatan.

Namun, perjalanan menjadi kader posyandu bukanlah tanpa tantangan. "Tantangan terbesar adalah meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama dalam hal imunisasi," ujar Mimi. Ia menyadari bahwa meskipun masyarakat umumnya mengetahui pentingnya imunisasi dasar, masih banyak yang kurang memahami urgensi imunisasi MR (Measles-Rubella).

"Informasi tentang posyandu kami sampaikan dari mulut ke mulut. Kami sering mengajak ibu-ibu berkumpul dan menjelaskan pentingnya imunisasi dasar," lanjutnya.

Meski pengetahuan orang tua saat ini sudah cukup baik, tantangan lain muncul ketika anak-anak mereka enggan untuk diimunisasi atau memeriksakan kesehatan. Mimi menceritakan bahwa dulunya, orang tua peduli akan kesehatan anak, bahkan saat anak tidak sekolah, mereka tetap membawa anak untuk imunisasi. 

"Sekarang, walaupun kesadaran orang tua sudah meningkat, anak-anak kadang masih menolak untuk imunisasi," ungkapnya.

Hampir setiap hari, Mimi berjalan menyusuri desa, menyapa ibu-ibu, dan mengajak mereka berkumpul. “Ada yang mau ikut, ada juga yang menolak, tetapi kami terus berusaha,” kata Mimi. 

Untuk tahun 2024, sasaran imunisasi di Posyandu Cempaka Jaya 1 adalah 84 bayi balita. Sejak 2019 hingga 2023, target imunisasi dasar sudah tercapai 80 persen, meski kunjungan masyarakat sering kali hanya mencapai 50 persen setiap bulannya. Mimi optimis bahwa kesadaran masyarakat semakin baik, namun masih diperlukan upaya ekstra untuk memastikan semua anak mendapatkan vaksin yang diperlukan.

Bagi Mimi, menjadi kader posyandu bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga panggilan jiwa untuk melayani masyarakat dan memastikan masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

Kabupaten Mempawah memiliki 541 posyandu aktif yang tersebar di sembilan kecamatan. Jumlah tersebut terdiri dari 240 posyandu balita aktif, 42 posyandu remaja, 149 posyandu lansia, 110 Posbindu, dengan total jumlah kader sebanyak 2.939 orang.

Pj Bupati Mempawah, Ismail menilai posyandu merupakan garda terdepan dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat berkenaan dengan masalah kesehatan dan pemenuhan gizi bagi anak-anak. 

“Agar, permasalahan seperti stunting dapat kita atasi bersama,” kata Ismail.

Dirinya meminta kader posyandu tetap aktif dan semangat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu, anak hingga lansia di lingkungannya.

Ismail menilai posyandu memiliki peranan penting dan strategis. Sebab, posyandu bersentuhan langsung kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak.

“Maka tupoksi posyandu harus lebih ditingkatkan lagi. Posyandu harus memiliki program berkelanjutan berkenaan dengan pemenuhan gizi guna membantu pemerintah mengatasi permasalahan stunting,” harapnya.

Kemudian, tak lupa Ismail meminta peran aktif masyarakat untuk mendukung pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi yang dilaksanakan para kader posyandu. Karena, tanpa dukungan masyarakat mustahil program kerja pemerintah dapat terlaksana dengan baik dan maksimal.

“Maka, kita mengimbau para orang tua agar aktif dan disiplin membawa anak-anaknya untuk di cek dan diperiksa di posyandu. Terutama anak-anak dibawah 5 tahun agar selalu diperiksa secara berkala untuk memantau tumbuh kembangnya dengan baik dan maksimal,” katanya. (sti)

Editor : Syahriani Siregar
#kader Posyandu #posyandu