MEMPAWAH - Empat Orang Mahasiswa dari Norwegia University of Science and Technology (NTNTU) mengunjungi Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa (08/10).
Mereka adalah Karoline, Marte, Tora, dan Tonje. Dengan didampingi Ryani dan Nanang Indra Kurniawan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, serta Uray Kusumajaya dan Lani Ardiansyah dari Gemawan.
Kedatangan mereka langsung disambut hangat oleh Kepala Desa, Timanggong serta Masyarakat Desa Sekabuk. Setelah singgah dari Kantor Desa, rombongan diajak melihat alat tangkap ikan tradisional bernama Meheng yang berada di Kawasan Perhutanan Sosial Desa Sekabuk.
Salah satu dari mereka, Karoline mengatakan "Tujuannya datang kesini (desa sekabuk) adalah untuk belajar tentang bagaimana budaya dan juga kehidupan masyarakat adat khususnya di daerah sini.
Karoline kini mengemban pendidikan di Fakultas Inovasi dan Pembangunan Berkelanjutan NTNU Norway.
Setelah melihat serta berdiskusi langsung bersama masyarakat yang hidup berdampingan dengan hutan dan sungai, Karoline mengungkapkan, "Buat saya itu sangat menarik secara historis, secara sisi sejarah dan secara budaya, ya bagaimana mereka (masyarakat) bisa hidup berdampingan dengan hutan dan sungai, bahkan menjadikan itu sebagai salahsatu penopang utama kehidupan mereka."
"Saya sebelumnya sudah pernah ke Asia dan pernah hidup di Banglades, tetapi untuk ke Indonesia apalagi ke Kalimantan ini adalah yang pertama kali buat saya. Jadi mungkin secara kehidupan berbeda, mungkin kesamaannya sungai punya peran yang signifikan buat negara-negara tersebut," sambungnya.
Dirinya beserta rekan-rekannya merasa senang dan bersyukur punya kesempatan bisa kesini (desa sekabuk), komunitasnya sangat terbuka dan mereka akan menyebarkan pesan itu kepada orang-orang di luar sana, dan pastinya di negara asalnya Norwegia.
Senada dengan rekannya, Marte mengaku sangat menyenangkan bisa menginjakkan kaki di Kawasan Perhutanan Sosial Desa Sekabuk.
"Buat saya ini adalah pengalaman pertama kali saya ke Asia khususnya Kalimantan Barat. Dan ini merupakan pengalaman yang sangat mengesankan buat saya, karena bisa melihat dan berdialog secara langsung bersama masyarakat yang hidup berdampingan dengan hutan dan sungai," ungkap Marte.
Keberadaan Karoline, Marte, Tora, dan Tonje di Indonesia merupakan bagian dari program pertukaran mahasiswa Norwegia University of Science and Technology (NTNTU) dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.(wah/r)
Editor : A'an