Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

KUA Mempawah Hilir Gelar Dialog Kerukunan untuk Perkuat Moderasi Beragama

A'an • Selasa, 15 Oktober 2024 | 11:43 WIB

 

DIALOG: Suasana dialog kerukunan di Kantor KUA Mempawah Hilir
DIALOG: Suasana dialog kerukunan di Kantor KUA Mempawah Hilir

MEMPAWAH – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mempawah Hilir menggelar dialog kerukunan yang dihadiri sejumlah tokoh dan komunitas masyarakat. Tujuannya, memperkuat silaturahmi antarumat beragama dan menegaskan komitmen dalam menjaga kerukunan di tengah tahun politik Pilkada Serentak 2024.

Dialog kerukunan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, Ikhwan Pohan, Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Askandar Singodimejo, Kepala KUA Mempawah Hilir, Basir, serta para penyuluh agama dan tokoh agama di Kecamatan Mempawah Hilir.

Dalam kesempatan itu, Kakan Kemenag Mempawah Ikhawan Pohan menyampaikan pentingnya menerapkan moderasi beragama sebagai program prioritas Kementerian Agama.  

“Moderasi beragama bukan hanya untuk sekelompok orang tertentu, tetapi harus diterapkan oleh seluruh masyarakat, tanpa terkecuali,” tegas Ikhwan.

Dikatakannya, moderasi beragama bertujuan untuk mencegah ekstremisme dan sikap intoleran dalam kehidupan beragama. Karenanya, Mantan Kakan Kemenag Sintang ini menilai pentingnya penerapan moderasi beragama di masyarakat untuk menciptakan harmonisasi dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Mempawah.

“Dengan bersama-sama menguatkan moderasi beragama, kita bisa menciptakan kerukunan yang optimal. Sebab, moderasi ini merupakan kunci untuk menjaga keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya lagi.

Menghadapi Pilkada Serentak 2024, Ikhwan berpesan agar seluruh pihak berperan aktif berkontribusi memberikan pemahaman dan edukasi politik yang baik kepada masayrakat. Agar, masyarakat dapat berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan sehingga tidak terpecah belah.

“Penting bagi kita untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang menjaga persatuan dan kesatuan dalam menghadapi tahun politik ini. Kita berharap masyarakat tidak terjebak dengan isu-isu politik yang dapat menimbulkan perpecahan,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua FKUB Mempawah, Askandar Singodimejo menekankan pentingnya kerukunan dalam kehidupan masyarakat di tengah keberagaman dan perbedaan.

“Kerukunan harus terus dirawat dan dijaga, terutama dalam keberagaman agama, suku, dan budaya. Tanpa kerukunan, kita akan sulit membangun masyarakat yang damai dan harmonis,” pendapatnya.

Askandar menekankan peran penting FKUB dalam menjaga dan memelihara harmonisasi dan kerukunan umat dalam suasana politik. Karenanya, dia memandang tahun politik ini sebagai tantangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan umat.

“Tahun politik menjadi tantangan tersendiri bagi kerukunan umat. Maka, FKUB berkomitmen untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak memanfaatkan rumah ibadah sebagai tempat kampanye atau politik praktis. Rumah ibadah harus tetap menjadi ruang suci untuk berdoa, bukan tempat untuk aktivitas politik,” sebutnya menekankan.

Kepala KUA Mempawah Hilir, Basir berharap dialog kerukunan tersebut dapat memberikan pandangan dan pemahaman yang positif dalam menjaga harmonisasi dan kerukunan masyarakat dapat menghadapi berbagai kendala dan tantangan.

“Harapan kami agar dialog kerukunan ini dapat menjadi agenda rutin di masa mendatang. Kerja sama antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang damai. Semoga kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk semakin mempererat kerukunan di Mempawah Hilir,” pendapatnya.

Dialog Kerukunan di KUA Mempawah Hilir ini diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Para tokoh agama dan penyuluh sepakat untuk selalu menyuarakan pesan-pesan damai dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan.

“Melalui dialog ini diharapkan pula masyarakat di Kecamatan Mempawah Hilir semakin memahami akan pentingnya kerukunan dan moderasi beragama. Langkah-langkah preventif bisa mengurangi potensi konflik, terutama di tengah gejolak politik,” pungkasnya. (wah)

Editor : A'an
#mempawah #Kepala KUA #fkub #kua #pilkada serentak #Moderasi