Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Rumah Warga di Mempawah Roboh Diterjang Angin Kencang

A'an • Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:35 WIB

 

ROBOH: Korban menunjukkan kondisi rumahnya yang roboh diterjang angin kencang.
ROBOH: Korban menunjukkan kondisi rumahnya yang roboh diterjang angin kencang.

MEMPAWAH – Hujan disertai angin kencang yang menerjang wilayah Kabupaten Mempawah pada Minggu (20/10) sekitar pukul 14.00 WIB menyebabkan kerusakan. Satu rumah warga di Jalan Aswar, RT 11/RW 03, Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh roboh. Tidak ada korban luka dalam insiden yang disebabkan faktor alam itu.

Korban Nurhayati menceritakan detik-detik hujan diserta angin kencang menerjang lingkungannya menyebabkan bangunan rumah yang ditempatinya roboh.

“Saat itu saya mengangkat jemuran pakaian dibelakang rumah. Kondisinya memang sudah turun hujan dan angin kencang,” kenang Nurhayati.

Usai mengangkat jemuran, lanjut Nurhayati seketika dia mendengar suara bangunan rumah yang ditempatinya seketika roboh. Tak pelak, dia pun bergegas keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.

“Tiba-tiba saja rumah roboh ditiup angin kencang. Saya langsung keluar dari rumah karena takut tertimpa bangunan rumah yang roboh. Bangunan rumah roboh ke arah jalan,” tuturnya.

Nurhayati mengaku sudah tak sempat memikirkan barang-barang yang ada didalam rumah. Dia hanya berusaha secepat mungkin keluar dari dalam rumah untuk menyelamatkan diri.

“Beberapa barang di dalam rumah tertimpa bangunan yang roboh. Seperti kasur, lemari dan lainnya. Sudah tidak sempat untuk menyelamatkan barang, hanya berfikir menyelamatkan diri sendiri,” ujarnya.

Saat ini, Nurhayati mengaku terpaksa menumpang tinggal dirumah tetangganya. Karena bangunan rumahnya rusak berat hingga tak bisa ditempati lagi.

“Saya sangat berharap ada bantuan dari pemerintah dan pihak-pihak lainnya. Agar rumah ini bisa kembali dibangun dan ditempati untuk saya beristirahat,” lirih perempuan yang tak memiliki pekerjaan tetap itu.

Sementara itu, orang tua Nurhayati, Haminah Said mengaku saat kejadian angin kencang disertai hujan yang merobohkan rumahnya itu dirinya sedang tidak berada di rumah.

“Saat kejadian itu, saya mengikuti kegiatan pengajian. Ketika pulang kerumah, saya melihat bangunan rumah sudah roboh,” kenangnya.

Haminah mengakui bangunan rumah yang ditempatinya tidak memiliki pondasi yang kuat. Sehingga, sangat berbahaya ketika diterjang cuaca ekstrem.

“Bangunan rumah ini berdiri kurang lebih sudah lima tahun. Sementara ini, saya terpaksa mengungsi dirumah anak,” lirihnya.(wah)

Editor : A'an
#mempawah #rumah roboh #angin kencang