MEMPAWAH – Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, merupakan salah satu desa di Kabupaten Mempawah yang terendam banjir. Ketinggian banjir mencapai 1,5 meter dari permukaan tanah. Banjir juga menyebabkan kurang lebih 600 rumah terendam.
Dari pantauan petugas pada Senin (2/12), sejumlah dusun di Desa Sejegi tak luput dari rendaman banjir. Seperti, Dusun Tekam terdapat 80 rumah terendam, begitu pun dengan dusun Telayar sebanyak 50 unit rumah. Lalu, di Dusun Galaherang sebanyak 310 rumah, Dusun Bemban 217 rumah.
Banjir yang merendam pemukiman masyarakat di Desa Sejegi disebabkan sejumlah faktor. Diantaranya tingginya curah hujan, banjir kiriman dari daerah perhuluan Kecamatan Menjalin di Kabupaten Landak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah memastikan pihaknya telah menindaklanjuti laporan bencana banjir yang terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Mempawah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana, BPBD Mempawah, Purwadi menyebut banjir yang merendam enam desa di Kabupaten Mempawah dipicu tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu belakangan ini.
“Selain curah hujan yang tinggi, faktor lainnya banjir kiriman dari daerah perhuluan, serta terjadi pasang air laut dan saluran air yang tidak lancar di lingkungan masyarakat. Nah, dari berbagai faktor itulah menyebabkan terjadinya banjir,” bebernya.
Terakhir, Purwadi menginformasikan berdasarkan perkiraan BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, untuk wilayah Kabupaten Mempawah masih akan terjadi hujan hingga awal Desember ini.
“Potensi hujan di Kabupaten Mempawah pada 29 November-3 Desember hujan ringan-sedang, kemudian tanggal 4-5 Desember hujan sedang hingga lebat,” pungkasnya.(wah)
Editor : A'an