Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Warga Desa Peniti Luar Minta Pemkab Bersihkan Aliran Sungai

A'an • Senin, 9 Desember 2024 | 12:09 WIB

 

TERENDAM: Kondisi rumah warga di Desa Peniti Luar terendam banjir.
TERENDAM: Kondisi rumah warga di Desa Peniti Luar terendam banjir.

MEMPAWAH – Sudah sepekan warga Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat terendam banjir. Ketinggian banjir bervariasi antara 60 sampai 100 centimeter. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah memberikan solusi konkrit dalam mengatasi persoalan banjir tersebut. “Solusi jangka pendek yakni dengan membersihkan aliran Sungai Air Hitam dan Sungai Segedong. Supaya, banjir tidak terlalu lama meremdam lingkungan masyarakat,” pendapat Tokoh Masyarakat Desa Peniti Luar, Basri, Minggu (8/12).

Menurut Mantan Anggota DPRD Mempawah itu, banjir yang merendam lingkungan masyarakat Desa Peniti Luar dan sekitarnya disebabkan tingginya curah hujan. Diperparah pula dengan banjir kiriman dari daerah perhuluan. “Saat ini, aliran sungai tersumbat sehingga air sulit surut dan menggenangi lingkungan masyarakat,” tuturnya.

Selain perlu pembersihan aliran sungai, tambah Basri, perlu pula dilakukan pengerukan dan normalisasi pada beberapa titik sungai yang mengalami pendangkalan. Dengan begitu, aliran sungai lebih lancar dan banjir akan lebih cepat berlalu.

“Secara keseluruhan, kita membutuhkan normalisasi sungai agar aliran air lebih lancar. Namun, untuk jangka pendek ini lebih baik dilakukan pembersihan aliran sungai. Agar banjir yang sudah berlangsung selama 6 hari ini bisa segera surut,” harap dia.

Sebab, imbuh Basri, banjir tersebut telah menimbulkan dampak kerugian yang besar bagi masyarakat petani dan pekebun di Desa Peniti Besar dan sekitarnya. Tanaman milik mereka mati akibat terendam banjir dalam waktu yang panjang. “Kasihan para petani dan pekebun. Tanaman mereka mati dan gagal panen akibat terendam banjir,” lirihnya.

Karena itulah, Basri mendesak agar Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui instansi terkait segera melakukan penanganan dengan membersihkan aliran Sungai Air Hitam dan Sungai Segedong. Agar, banjir segera berlalu dan masyarakat bisa kembali beraktivitas. “Kita minta secepatnya masalah ini direspon dan ditanggapi dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah maupun Pemprov Kalbar,” pungkasnya.(wah)

Editor : A'an
#mempawah #banjir