MEMPAWAH – Banjir rob merendam wilayah pesisir Kabupaten Mempawah, Senin (16/12) pagi. Mulai dari Kecamatan Jongkat sampai Sungai Kunyit tergenang banjir yang disebabkan pasang air laut itu. Rob juga merendam kawasan Pasar Pagi Sungai Pinyuh. Banjir setinggi betis orang dewasa itu tidak mengganggu aktivitas ekonomi pasar.
Sartinah, pedagang di Pasar Pagi Sungai Pinyuh menganggap banjir rob yang merendam tempatnya berdagang merupakan hal yang lumrah terjadi. Biasanya banjir rob kerap melanda pada beberapa bulan menjelang akhir tahun.
“Kami sudah terbiasanya dengan banjir rob seperti ini. Memang cukup merepotkan karena wilayah pasar ikut terendam air, namun secara keseluruhan tidak mengganggu aktivitas perdagangan,” pendapat dia.
Menurut Sartinah, banjir rob kebiasaannya tidak berlangsung lama. Biasanya, banjir hanya berlangsung beberapa jam. Setelah itu, banjir akan surut dan lingkungan masyarakat kembali normal.
“Biasanya jam 3 subuh air mulai naik, dan sekitar pukul 09.00 pagi air sudah kembali surut. Pasangnya juga tidak terlalu tinggi, hanya sebatas mata kaki atau betis orang dewasa saja," tuturnya.
Lebih jauh, dia mengatakan banjir rob yang terjadi dikawasan Pasar Pagi Sungai Pinyuh tak lepas dari posisi Kota Sungai Pinyuh yang berada di daerah pesisir pantai Kabupaten Mempawah.
“Kalau kebiasaannya, banjir rob ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Masyarakat sudah terbiasa dengan banjir rob ini, jadi tidak akan menghambat atau mengganggu aktivitas warga,” pungkasnya.
Sementara itu, banjir rob juga merendam lingkungan masyarakat hingga sejumlah titik jalan raya di Kota Mempawah dan sekitarnya. Bahkan, pada beberapa daerah dataran rendah banjir rob merendam rumah-rumah masyarakat.
“Banjir rob pagi ini cukup mengejutkan. Sejak pagi sekitar pukul 06.00 ketinggian air terus bertambah hingga masuk ke dalam rumah. Banjir rob surut sekitar pukul 08.00 WIB,” kata Imran, warga Kelurahan Tengah, Mempawah Hilir.(wah)
Editor : A'an