MEMPAWAH – Akses jalan nasional di Desa Sungai Dungun, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat ditanami pohon pisang. Hal itu sebagai bentuk protes warga lantaran kondisi jalan mengalami kerusakan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pengendara warga Sungai Kunyit, Julianto mengatakan penanaman pohon pisang di jalan nasional tersebut merupakan sikap protes masyarakat atas kerusakan badan jalan yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah.
“Kemungkinan ditanami pohon pisang sejak tadi pagi. Ini bentuk protes masyarakat, karena kondisi jalan rusak berlubang sejak lama dan tak pernah diperbaiki,” kata Julianto, kemarin pagi. Menurut pria yang akrab disapa Uli itu, sikap masyarakat dengan menanam pohon pisang di lokasi jalan nasional yang mengalami kerusakan itu cukup beralasan.
“Badan jalan nasional yang berlubang itu sudah kerap kali membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sudah banyak pengendara yang mengalami kecelakaan akibat menabrak lubang,” paparnya.
Karenanya, dia berharap pihak-pihak berwenang dapat segera menangani dan menindaklanjuti kerusakan badan jalan nasional tersebut dengan melakukan perbaikan sebagaimana mestinya.
“Harapan kita sebagai masyarakat pengguna jalan, semoga kerusakan tersebut segera diperbaiki oleh pemerintah. Jangan diabaikan terus menerus hingga mengancam keselamatan pengendara,” pungkasnya.(wah)
Editor : A'an