Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ribuan Jiwa Korban Banjir Mempawah Mengungsi

A'an • Kamis, 30 Januari 2025 | 11:55 WIB

 

DARURAT : Korban banjir di Desa Pasir membangun tenda-tenda darurat diatas bukit untuk menghindari banjir.
DARURAT : Korban banjir di Desa Pasir membangun tenda-tenda darurat diatas bukit untuk menghindari banjir.

PONTIANAK POST – Diperkirakan seribuan jiwa korban banjir di Kecamatan Mempawah Hilir dan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah berada di Posko-Posko pengungsian di Kota Mempawah dan sekitarnya. Banjir telah berlangsung lebih dari sepekan lalu.

Dari pantauan di lapangan, puncak banjir di Mempawah terjadi sejak Selasa (28/1). Ketinggian banjir hampir mencapai 2 meter pada beberapa daerah dataran rendah di Kecamatan Mempawah Hilir dan Mempawah Timur. Kondisi itu memaksa ribuan warga yang terdampak banjir terpaksa meninggalkan rumah dan dievakuasi para petugas ke Posko-Posko pengungsian.

Saat ini beberapa Posko pengungsian yang ditempati para korban banjir seperti Mess Chandramidi, Gedung PGRI, Masjid Agung Al-Falah dan beberapa gedung sekolah maupun kantor camat dan kantor desa yang dapat menampung korban banjir.

Tak hanya di gedung, para korban banjir juga mendirikan tenda-tenda darurat di pinggir jalan yang aman dari jangkauan banjir. Di Desa Pasir misalnya, puluhan jiwa mendirikan tenda-tenda di atas bukit untuk menghindari rendaman banjir. Begitupun di Desa Sejegi, sejumlah warga mendirikan tenda di pinggir jalan.

Plt Kepala Desa Pasir, Muhammad Amin mengungkapkan jumlah warga terdampak banjir di Desa Pasir saat ini terdata sebanyak 2.203 kepala keluarga (kk) atau 7.896 jiwa. Termasuk 75 ibu hamil, 200 lansia dan 200 Balita.

“Sementara untuk korban banjir yang mengungsi di bukit Desa Pasir jumlahnya bertambah menjadi 50 kk atau sekitar 146 jiwa,” ungkap Amin.

Amin mengakui pihaknya belum menyalurkan bantuan untuk seluruh masyarakat Desa Pasir yang terdampak banjir. Pasalnya, jumlah bantuan yang diterima pemerintah desa setempat belum memadai untuk dibagikan kepada warga terdampak.

“Kita belum menyalurkan bantuan. Karena, bantuan yang ada belum memadai untuk dibagikan kepada korban banjir yang jumlahnya sangat besar. Kalau kita paksakan untuk dibagi, hanya akan menimbulkan masalah dilapangan,” pendapat dia.

Meski demikian, Amin memastikan pihaknya telah memberikan bantuan untuk korban banjir yang mengungsi di bukit. Bantuan telah disalurkan berupa beras, mie instan dan snack.

“Untuk korban banjir yang mengungsi di bukit sudah kita berikan bantuan makanan pokok beberapa hari lalu,” tegasnya.

Sementara itu, ratusan warga Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur dilaporkan telah meninggalkan rumah dan menuju ke Posko-Posko pengungsian sejak Senin (27/1) lalu.

“Sejak kemarin sudah ramai yang datang mengungsi, namun hari ini (Selasa) yang paling membludak warga mengevakuasi diri ke Posko pengungsian,” terang Kepala Desa (Kades) Antibar, Julkarnaidi.

Pria yang akrab disapa Eju ini mengungkapkan, Pemerintah Desa Antibar telah menyiapkan tiga lokasi posko pengungsian yakni, SDN 02 Antibar, Lapangan Bola Voli Indoor GOR dan SMKN 1 Mempawah Timur serta Kantor Camat Mempawah Timur.

Eju mengatakan pihaknya sangat membutuhkan bantuan untuk melayani ratusan pengungsi di sejumlah posko pengungsian tersebut. Terutama bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan pokok korban banjir.

“Kami sangat membutuhkan bantuan logistik. Saat ini, bantuan yang sudah kami terima dari Dinas Sosial, BPBD dan Puskesmas Mempawah Timur. Kami juga telah menggunakan dana talangan penanggulangan bencana,” paparnya.

Tak hanya melayani korban banjir di Posko pengungsian, lanjut Eju, pihaknya juga menyalurkan bantuan paket sembako untuk warga yang terdampak banjir dan tetap bertahan di rumahnya masing-masing.

“Dari total 2100 rumah, sebanyak 1900 rumah terdampak banjir. Saat ini, kami baru bisa menyalurkan 1.500 paket bantuan,” sebutnya.

Dia berharap musibah banjir yang merendam lingkungan masyarakat Desa Antibar khususnya dan Kabupaten Mempawah umumnya segera berlalu sehingga, para korban banjir bisa pulang kerumah dan beraktivitas seperti biasanya.

“Mudah-mudahan banjir segera surut dan masyarakat bisa kembali pulang kerumah masing-masing untuk beraktivitas dengan normal,” pungkasnya.(wah)

Editor : A'an
#mempawah #Mengungsi #banjir