PONTIANAK POST – Membantu memenuhi kebutuhan pokok korban banjir di Posko pengungsian Masjid Agung Al-Falah Mempawah, BAZNAS Mempawah mendirikan dapur umum. BAZNAS Mempawah bekerjasama dengan sejumlah organisasi relawan.
Ketua 1 BAZNAS Mempawah, Ustaz Muhardi menjelaskan, dapur umum yang didirikan BAZNAS Mempawah itu telah dimulai sejak Selasa (28/1). Pihaknya bekerjasama dengan sejumlah relawan seperti Kwarcab Pramuka Mempawah, Rumah Zakat, Relawan Nusantara, FAJI dan lainnya.
“BAZNAS Mempawah dan Provinsi Kalbar, berkolaborasi dengan para relawan untuk mendirikan dapur umum bagi para pengungsi korban banjir yang berada di Posko pengungsian Masjid Agung Al-Falah Mempawah,” terang Muhardi, Rabu (29/1).
Muhardi mengatakan, pihaknya melayani kurang lebih 178 jiwa korban banjir yang mengungsi di Masjid Agung Al-Falah Mempawah. Para korban banjir tersebut berasal dari Kelurahan Terusan dan sekitarnya.
“Untuk sementara ini, data korban banjir yang mengungsi di Masjid Agung Al-Falah sekitar 178 orang. Kita siapkan kebutuhan makanan dan minuman untuk mereka agar merasa nyaman berada di posko pengungsian,” tuturnya.
Muhardi mengaku prihatin dengan kondisi para korban banjir. Sebab, para korban banjir sendiri terdiri dari para Lansia, anak-anak hingga orang yang sakit. Karena itu, pihaknya berusaha memberikan pelayanan maksimal.
“Kita sangat prihatin dengan korban banjir yang harus meninggalkan rumah-rumahnya dan sementara ini ditampung di posko pengungsian. Mereka juga tidak bisa beraktivitas akibat banjir ini,” ujarnya.
Muhardi berharap banjir yang meredam wilayah Kota Mempawah dan sekitarnya segera surut. Sehingga, para korban banjir bisa segera kembali kerumah dan beraktivitas seperti semula.
“Mudah-mudahan banjir segera surut dan para pengungsi bisa kembali kerumah. Kami akan tetap membuka dapur umum sampai semua pengungsi pulang ke rumahnya masing-masing,” tukasnya.(wah)
Editor : A'an