PONTIANAK POST – Pj Bupati Mempawah, Ismail bersama Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Kapusdalops) BNPB RI, Bambang Surya mengunjungi lokasi pengungsian korban banjir di Bukit Desa Pasir, belum lama ini. Dilokasi itu terdapat 65 kepala keluarga (kk) atau 210 jiwa yang mengungsi secara mandiri.
Sejak dua pekan banjir merendam Desa Pasir, ratusan warga yang rumahnya terdampak parah terpaksa mencari tempat pengungsian. Secara mandiri, ratusan warga ini membangun tenda-tenda di atas bukit untuk menghindari rendaman banjir.
Selama berada di tempat pengungsian mandiri itu, korban banjir harus pintar-pintar bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Sebab, Pemerintah Kabupaten Mempawah tak kunjung membuka dapur umum untuk melayani korban banjir tersebut.
Hingga dua pekan banjir, Pj Bupati Ismail didampingi Kapusdalops BNPB RI, Bambang Surya beserta sejumlah pejabat OPD Pemerintah Kabupaten Mempawah mengunjungi lokasi pengungsian tersebut.
Setelah melihat langsung kondisi memprihatinkan para korban banjir di tempat pengungsian, Pj Bupati Ismail menginstruksikan BPBD untuk membangun tenda yang representatif serta menyalurkan bantuan-bantuan untuk kebutuhan korban banjir.
“Tentu kami akan terus memantau kondisi para pengungsi, baik dari segi logistik maupun kesehatan,” kata Ismail.
Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan terus memberikan perhatian serta pelayanan bagi para pengungsi.
Selain itu, Dinas Kesehatan melalui puskesmas setempat telah melakukan pemantauan dan pelayanan kesehatan di posko-posko pengungsian, termasuk di Sebukit Rama, guna memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terjaga.
“Semoga banjir ini segera surut sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” harapnya mengakhiri. (wah)
Editor : Miftahul Khair