PONTIANAK POST – Nasib tragis dialami seorang pemuda asal Sidoarjo. Pria ini nekat merantau ke Kalbar untuk menemui wanita pujaannya, namun berakhir tewas di kolam kebun kelapa sawit di Kecamatan Anjongan, Mempawah, Sabtu (8/2).
Kapolres Mempawah, AKBP Sudarsono melalui Kapolsek Anjongan Iptu Andrianto, SH, MH membenarkan adanya laporan temuan mayat di kolam kebun kelapa sawit milik warga.
Menurut seorang saksi, ungkap Kapolsek, bermula ketika dirinya melakukan penyemprotan rumput kebun sawit yang berjarak sekitar 50 meter dari TKP kolam kebun kelapa sawit.
“Saat itu, saksi melihat korban menyiram pohon cabe di sekitar kolam,” ujarnya. Usai menyemprot rumput, imbuh Kapolsek, saksi berniat mengisi ulang dan secara tak sengaja melihat ada ember di pinggir kolam. Sementara korban tak terlihat di lokasi tersebut.
“Saksi sempat berteriak mencari korban. Namun, saksi tak menemukan keberadaan korban,” tuturnya. Selang 15 menit berlalu, masih dikatakan Kapolsek, saksi berniat mencari keberadaan korban di dalam kolam. Setelah membuka saluran pembuangan air di dalam kolam, korban turun ke dalam kolam yang berjarak kurang lebih 5 meter.
“Saat itulah, saksi menemukan korban berada di dalam kolam dengan kondisi sudah tak bernafas. Kemudian, saksi menaikan tubuh korban ke atas kolam dan menghubungi pemilik kebun serta melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Anjongan,” paparnya. Kemudian, sambung Kapolsek, jenazah korban dibawa ke RSUD dr Rubini Mempawah untuk menjalani visum. Dari hasil visum, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Diduga, korban terjatuh saat berada di pinggir kolam. Kemudian, korban tenggelam lantaran tak bisa berenang. Korban juga diketahui memiliki riwayat sakit asma dan hernia hingga tak bisa menyelamatkan diri saat jatuh ke dalam kolam,” jelas Kapolsek. Jenazah korban telah diserahkan kepada pemilik kebun kelapa sawit tempat korban bekerja. Selanjutnya, jenazah akan dikebumikan di Anjongan. Pihak keluarga di Jawa telah menerima kematian korban dan tak dapat hadir ke Anjongan karena terkendala biaya.
Pemilik kebun kelapa sawit yang mempekerjakan korban mengatakan korban telah berada di pondok kebun kelapa sawit miliknya sejak 9 hari lalu. Dia mengaku kasihan lantaran korban tak memiliki sanak keluarga di Kalbar.
“Karena korban ini tidak memiliki sanak keluarga dan tempat tinggal di Kalbar, akhirnya si pemilik kebun menawarkan untuk tinggal di pondok kebun miliknya sembari membantu pekerjaan di kebun,” jelas Kapolsek. Lebih lanjut Kapolsek mengatakan korban nekad merantau ke Kalbar lantaran ingin menemui wanita pujaan hatinya yang dikenalnya melalui media sosial (medsos).
“Namun, setelah korban berangkat ke Kalbar dan menemui wanita pujaan hatinya ternyata uang korban habis dikuras wanita tersebut. Akhirnya, korban terlantar di Kecamatan Anjongan,” sebutnya.
“Karena pemilik kebun merasa kasihan, akhirnya korban diperbolehkan tinggal di pondok kebun sambil membantu mengurus kebun. Korban sering mengeluhkan sakit hernia sehingga tak bisa melakukan pekerjaan berat,” pungkasnya.(wah)
Editor : A'an