Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Polemik SNBP, Plt Kepala SMAN 1 Mempawah Hilir Pastikan 113 Siswa Eligible

A'an • Rabu, 12 Februari 2025 | 10:24 WIB

 

PERTEMUAN: Pihak SMAN 1 Mempawah beserta orang tua dan wali murid saat pertemuan beberapa waktu lalu.
PERTEMUAN: Pihak SMAN 1 Mempawah beserta orang tua dan wali murid saat pertemuan beberapa waktu lalu.

PONTIANAK POST - Plt Kepala SMA Negeri 1 Mempawah Hilir Kurniasih memastikan sebanyak 113 siswa eligible dapat melanjutkan tahapan pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025. Saat ini, tahapannya siswa memilih perguruan tinggi dan jurusan yang mereka inginkan.

Kurniasih menjelaskan, pasca-aksi unjuk rasa ratusan siswa pada SMAN 1 Mempawah Hilir pada Senin (3/2) lalu, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Termasuk melakukan audiensi dengan Kemdikti. Kami audiensi sejak pukul 14.00 hingga pukul 22.30 WIB. Pembicaraan kami cukup alot hingga data 113 siswa eligible SMAN 1 Mempawah bisa difinalisasi,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (11/2).

Awalnya, terang Kurniasih, hanya ada 106 siswa yang difinalisasi. Namun, pihaknya terus melobi agar tujuh siswa lainnya juga difinalisasi. Dengan berbagai upaya pendekatan hingga akhirnya seluruh siswa sebanyak 113 orang berhasil diakomodasi.

“Dan alhamdulillah, sebanyak 113 siswa SMAN 1 Mempawah Hilir mendapatkan kesempatan untuk mengikuti SNBT tahun 2025 ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, sebenarnya SNBP itu ada dua jalur.yakni prestasi berdasarkan nilai rapor dan jalur mandiri. Nah, pihaknya memperjuangkan agar 113 siswa eligible ini bisa masuk melalui jalur prestasi.

“Nah, ketika difasilitasi tetapi tidak dimanfaatkan maka risikonya nanti anak tidak diberi kesempatan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi tiga sampai enam tahun. Mereka tidak akan bisa diterima diperguruan tinggi negeri mana pun,” ungkapnya.

“Dan ketika proses ini tidak selesai, maka pihak sekolah diminta untuk membuat pernyataan dari siswa bahwa mereka mengundurkan diri. Jadi intinya harus menyelesaikan pendaftaran,” tuturnya.

Kurniasih mengaku sangat bersyukur upayanya memperjuangkan 113 siswa SMAN 1 Mempawah untuk mengikuti SNBT tahun 2025 membuahkan hasil yang baik. Dengan perjuangan yang keras, Kemdikti membuka kembali pendaftaran dan memberikan kesempatan kepada SMAN 1 Mempawah untuk menyelesaikan prosesnya.

“Dalam audiensi dengan pihak kementerian, kita minta kelonggaran. Karena kami sudah sampai pada finalisasi kurikulum, tinggal menyelesaikan nilai siswa sebanyak tujuh orang ini. Maka, kami lobi untuk finalisasi sistem nilai siswa dibukakan agar kami bisa menyelesaikan proses itu. Sekarang sudah selesai kami daftarkan dan bisa melanjutkan proses,” ucapnya penuh syukur.

Saat ini, imbuh dia, proses pendaftaran diserahkan kepada para siswa untuk memilih perguruan tinggi dan jurusan yang mereka inginkan. Para siswa diberikan kesempatan sampai dengan tanggal 18 Februari nanti.

“Untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan seperti keterlambatan dan lainnya, maka kami membuat grup khusus untuk memantau progres siswa dalam memilih perguruan tinggi dan jurusan yang mereka inginkan,” pungkasnya.(wah)

Editor : A'an
#sman 1 mempawah hilir #SNBP