PONTIANAK POST - Menyambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Persatuan Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Sungai Pinyuh bekerjasama dengan elemen masyarakat dan organisasi, kembali akan melaksanakan pawai obor.
Menurut ketua panitia pelaksana, Prayoga Pangestu, pawai obor akan dilaksanakan pada Rabu (27/) malam, dimana kegiatan akan dipusatkan di terminal Sungai Pinyuh.
"Insya Allah tahun ini kita menghadirkan 1000 peserta, karena berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini," ungkap Prayoga, Jumat (21/2) siang.
Dia menjelaskan, rombongan pawai obor yang diikuti oleh kelompok maupun perorangan ini akan berkeliling kota Pinyuh, dimulai dari terminal menuju Jalan Pendidikan, dan keluar ke jalan Seliung lalu berakhir kembali di terminal.
"Kita sudah berkoordinasi dengan Polsek untuk pengamanan lalu lintas rute pawai obor," katanya.
Untuk teknis pelaksanaan, Prayoga menuturkan, peserta nantinya akan membawa obor selama pawai berlangsung. Pengadaan obor sendiri akan disediakan panitia, namun tidak menutup kemungkinan peserta membawa secara mandiri.
"Obor yang dari panitia disiapkan 1000 buah, ini dari donatur yang menyediakan, namun kita juga mempersilahkan peserta kalau ada yang mau bawa obor sendiri dari rumah," jelas dia.
Dia mengaku jumlah obor yang disediakan bertambah dari tahun sebelumnya. Dikarenakan antusias masyarakat yang sangat tinggi mengikuti kegiatan tahunan ini. Sebab tak hanya dari kelompok atau organisasi yang mendaftarkan diri, namun warga juga banyak yang secara spontan ikut dalam kegiatan pawai obor tersebut.
"Tahun lalu hanya 500an obor yang disediakan, tapi ternyata kurang karena banyaknya warga yang ikut serta, makanya tahun ini kita tambah menjadi 1000 obor," ucap dia.
Antusiasme masyarakat bukan tanpa alasan, karena Prayoga menjelaskan bahwa pawai obor merupakan kegiatan yang dapat diikuti seluruh masyarakat, dan berbeda dari kegiatan sebelumnya, dimana kegiatan bersifat pawai takruf yang notabene sifatnya adalah kompetisi dan mencari pemenang.
"Kalau pawai obor tidak ada perlombaan, memang murni berkumpulnya umat muslim menyambut Ramadan, jadi seluruh peserta tidak berkompetisi," tegas dia.
Konsep pawai obor yang diusung, lanjutnya lagi, lebih kepada menumbuhkan semangat warga dalam menyambut dan memaksimalkan ibadah selama bulan suci Ramadan.
"Makanya tema yang kita ujung dalam pawai obor adalah menyalakan semangat ibadah selama Ramadan, seperti nyala api obor yang kita bawa," pungkas dia. (wah)
Editor : Miftahul Khair