PONTIANAK POST – Keberadaan dua bangunan pasar rakyat di Kabupaten Mempawah yang tak kunjung beroperasi sejak dibangun mendapat sorotan dari Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Mempawah. Dalam rapat paripurna penyampaian rekomendasi terhadap LKPJ Bupati Mempawah Tahun 2024, Pansus mendesak agar pemerintah daerah segera mencarikan solusi atas persoalan tersebut.
Dua pasar yang dimaksud adalah Pasar Rakyat Indah Lestari di Desa Semudun serta Pasar Rakyat Sungai Duri I di Desa Sungai Duri I, keduanya berada di Kecamatan Sungai Kunyit.
“Pasar Rakyat Indah Lestari dibangun di atas garis sepadan sungai, yang berdampak pada terganggunya aliran sungai serta akses keluar masuk kapal dan perahu nelayan setempat,” ungkap Juru Bicara Pansus, Rusdi, dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Mempawah, belum lama ini.
Rusdi, yang juga Legislator Partai NasDem itu, menyebut pasar tersebut bahkan belum pernah diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah, sehingga hingga kini tidak pernah difungsikan. Selain itu, kondisi bangunan pasar juga dinilai kumuh akibat penumpukan barang-barang bekas milik nelayan.
Senada, Pansus juga menyoroti Pasar Rakyat Sungai Duri I yang mengalami nasib serupa. Sejak selesai dibangun, pasar tersebut tak pernah difungsikan karena lokasi yang dinilai tidak strategis sehingga minim minat pelaku usaha untuk berjualan.
“Pembangunan pasar itu terkesan dipaksakan. Akibatnya, sampai sekarang tidak ada aktivitas jual beli di sana,” tegas Rusdi.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Pansus merekomendasikan agar Bupati Mempawah segera meresmikan Pasar Rakyat Indah Lestari dan melakukan kajian terhadap keberadaannya yang berada di atas garis sepadan sungai. Selain itu, diperlukan penataan akses bagi kapal dan perahu nelayan, serta pendataan hak pakai dan penertiban barang bekas agar kondisi pasar tidak semakin kumuh.
Untuk Pasar Rakyat Sungai Duri I, Pansus meminta Pemkab melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) mencari solusi agar pasar bisa difungsikan. Sosialisasi dan promosi kepada pelaku usaha juga perlu diintensifkan guna menarik minat berdagang di lokasi tersebut.
“Kami berharap kedua pasar ini segera difungsikan agar tidak menjadi aset mangkrak dan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutup Rusdi. (wah)
Editor : Hanif