PONTIANAK POST - Kasus meninggalnya balita Safira Talelu (3 tahun 3 bulan) dalam perjalanan menuju rumah sakit di Pontianak pada Selasa malam (2/5), memantik keprihatinan dari berbagai pihak.
Menanggapi kejadian ini, anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Razali, turut angkat bicara. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB tersebut menyampaikan keprihatinannya dan meminta agar kasus serupa tidak terjadi di wilayah Kabupaten Mempawah.
"Kami sangat prihatin atas tragedi ini. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi seluruh pihak, terutama pemerintah dan perusahaan, agar benar-benar memperhatikan hak dasar pekerja, termasuk jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan," ujar Razali.
Menurutnya, perlindungan terhadap pekerja bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga perusahaan yang mempekerjakan mereka.
"Jangan sampai ada lagi korban jiwa karena kelalaian terhadap hak-hak dasar pekerja," tegasnya.
Razali menambahkan, DPRD siap mendorong regulasi yang lebih tegas terkait kewajiban perusahaan terhadap jaminan sosial pekerja, serta mendukung langkah pengawasan dari instansi terkait agar kejadian tragis seperti yang menimpa Safira tidak terulang di Kabupaten Mempawah.
"Saya berharap Dinas terkait di Kabupaten Mempawah dapat melakukan pendataan dan pengawasan terhadap seluruh perusahaan, agar dipastikan mereka mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan," pungkasnya.
Sebelumnya beredar pemberitaan tentang Safira, anak dari Yohanes Talelu, seorang buruh harian lepas di PT Aditya Agroindo, anggota GAPKI Kalbar, diduga tidak mendapatkan penanganan medis optimal akibat tidak terdaftarnya ayahnya dalam program BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan.
Ironisnya, saat dirujuk dari klinik perusahaan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, rujukan tidak dapat segera dilakukan karena ketiadaan jaminan kesehatan dan keterbatasan biaya keluarga.
Manajemen perusahaan pun disebut tidak bersedia membantu, hingga akhirnya serikat buruh turun tangan menanggung biaya rujukan. Sayangnya, nyawa Safira tak tertolong, ia dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.(wah)
Editor : Hanif