PONTIANAK POST - Bupati Mempawah, Erlina resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang mengangkat tema “Green Transformational Leadership dalam Peningkatan Green Employee Performance”.
Keberhasilan ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga merupakan bagian dari komitmennya dalam membangun Kabupaten Mempawah dengan pendekatan kepemimpinan yang membumi dan berwawasan lingkungan.
“Pertama, saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada tim penguji dan para guru besar. Meskipun saya seorang Bupati, saya tetap tak lelah mencari ilmu terbaik agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat Mempawah,” ujar Dr. Erlina usai ujian promosi doktoralnya.
Menurutnya, menempuh pendidikan di jenjang tertinggi bukanlah perkara mudah, terlebih di tengah tanggung jawab sebagai kepala daerah, seorang ibu, dan pribadi yang harus mampu membagi waktu. Namun, dengan keteguhan dan niat tulus, hal tersebut dapat dilalui demi kemaslahatan masyarakat.
Disertasi yang ia angkat berfokus pada kepemimpinan transformasional hijau, yakni pendekatan kepemimpinan pembaruan yang menyejukkan dan mengayomi masyarakat. Menariknya, konsep ini sudah lebih dulu ia terapkan dalam program kerja nyata Pemerintah Kabupaten Mempawah, salah satunya melalui program Gema Bangun Desa.
“Program ini merupakan bentuk nyata pelayanan dasar yang langsung menyentuh masyarakat desa. Seluruh OPD kami bawa turun langsung ke desa, bekerja penuh dari pagi hingga sore. Kami tinggalkan kantor di kota demi melayani warga di tempat mereka tinggal,” jelasnya.
Dengan sistem jemput bola, masyarakat desa tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan administrasi atau sosial. “Bayangkan warga dari Sadaniang datang ke kota, tapi kantor tutup. Waktu, biaya, dan tenaga mereka terbuang. Inilah yang ingin kami ubah,” tambahnya.
Namun, di tengah tantangan anggaran yang mengalami defisit, pelaksanaan program ini untuk sementara dihentikan. Meski demikian, Dr. Erlina menegaskan bahwa semangat pelayanan tidak pernah padam. Jika anggaran memungkinkan, program tersebut akan kembali dijalankan.
“Ini bukan kegiatan seremonial. Outputnya adalah kebahagiaan masyarakat saat dikunjungi langsung oleh Bupati dan jajaran pejabat kabupaten. Inilah esensi kepemimpinan, yaitu hadir dan melayani langsung,” pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif