PONTIANAK POST – Di tengah kesibukannya sebagai Bupati Mempawah dua periode, Dr. H. Erlina, SH, MH tak berhenti mencatatkan dedikasi untuk daerahnya, bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga lewat kontribusi akademik. Kini, perjuangannya menapaki gelar doktor membuahkan disertasi yang tak biasa: mengangkat tema kepemimpinan transformasional hijau untuk meningkatkan kinerja pegawai di sektor pemerintahan.
Lewat penelitian berjudul “Peran Green Transformational Leadership dalam Peningkatan Green Employee Performance: Studi Kuantitatif pada Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah”, Erlina menyoroti pentingnya gaya kepemimpinan yang bukan hanya memotivasi, tapi juga peduli terhadap lingkungan. “Sebagai kepala daerah, saya melihat langsung tantangan lingkungan yang kita hadapi. Saya ingin menjawab tantangan itu bukan hanya dengan program, tapi juga dengan pengetahuan,” ujar Erlina saat ditemui usai ujian tertutup disertasinya di Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura.
Penelitian ini mengungkap bahwa kepemimpinan transformasional hijau, yang menekankan visi, inspirasi, dan perhatian pada aspek lingkungan mampu meningkatkan motivasi serta kinerja pegawai dalam menerapkan praktik ramah lingkungan. Pegawai yang merasa didukung dan diberdayakan, cenderung lebih aktif dalam inisiatif hijau di tempat kerja.
Temuan ini bukan sekadar teori. Di bawah kepemimpinan Erlina, Kabupaten Mempawah sudah menerapkan sejumlah program berwawasan lingkungan. Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) 2023, kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), serta program Gema Bina Bangun Desa adalah bukti nyata bagaimana keberlanjutan masuk dalam urat nadi pemerintahan. Tak hanya itu, Mempawah menjadi pelopor dalam penggunaan e-voting untuk pemilihan kepala desa sejak 2017, sebuah langkah digitalisasi yang juga memperkecil jejak karbon dan menekan penggunaan kertas.
“Banyak orang berpikir bahwa kepemimpinan hijau itu urusannya kementerian lingkungan atau LSM. Padahal, birokrasi daerah justru punya peran besar sebagai pelaku langsung,” jelas Erlina. Sebagai bagian dari program doktoralnya, Erlina melakukan penelitian kuantitatif yang melibatkan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Ia menelusuri bagaimana komunikasi yang efektif, dukungan organisasi, dan pemberdayaan pegawai bisa menjembatani antara visi hijau pimpinan dan perilaku hijau pegawai.
Penelitiannya pun sejalan dengan kebijakan nasional. Pemerintah Indonesia saat ini tengah mendorong transformasi menuju ekonomi hijau, yang diwujudkan dalam peluncuran Indeks Ekonomi Hijau oleh Bappenas pada forum DWG G20 di Nusa Dua, Bali, tahun 2022. Indeks ini telah diintegrasikan dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045. Kini, dengan disertasinya yang tuntas, Erlina tak hanya mencatat sejarah pribadi, tapi juga membuka jalan bagi daerah lain untuk menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari visi kepemimpinan. “Menjadi pemimpin bukan hanya soal memerintah. Ini tentang memberi arah, memberi teladan, dan menciptakan masa depan yang lebih bersih dan sehat. Itulah yang saya perjuangkan,” pungkasnya.(wah)
Editor : Hanif